Sarapan yang Tinggi Serat

Untuk memulai hari, kita tidak boleh melewatkan sarapan. Hal ini dikarenakan sarapan akan membantu memberikan energi serta dapat mengurangi nafsu makan pada siang hari. Sarapan yang baik adalah dengan mengonsumsi makanan yang kaya serat. Makanan yang mengandung banyak serat sangat baik untuk dikonsumsi saat sedang diet. Selain itu, makanan yang kaya akan serat juga membantu memperlancar pencernaan. Contoh makanan berserat yang dapat Minasan coba adalah oatmeal, sereal, kacang- kacangan, salad buah dan lainnya.
source: http://keeppy.com/keeppies/ac716781a3758065

Makanan Berprotein

Makanan yang mengandung protein akan mengalami proses pemecahan yang lebih lama, hal ini menyebabkan proses metabolisme melambat dan perut akan merasa kenyang lebih lama. Contoh makanan yang tinggi protein adalah ayam dan ikan.

Ngemil Snack Sehat

Siapa bilang saat diet kita tidak boleh ngemil? Sebenarnya, kita boleh ngemil asalkan tidak berlebihan dan camilan tersebut harus rendah karbohidrat tapi tinggi protein. Saat ini sudah banyak camilan yang diproduksi khusus untuk diet. Namun, lebih baik Minasan mengonsumsi camilan alami seperti kacang rebus, buah-buahan, atau almond.
source: http://hijupblog.tumblr.com/post/44843854659/snack-sehat-untuk-perempuan-aktif

Makan Sedikit Tapi Sering

Minasan yang sedang dalam proses diet, lebih baik makan dalam porsi sedikit tapi sering daripada makan sekali namun dengan porsi besar. Agar diet dapat dilakukan secara maksimal, dianjurkan untuk makan 5-6 kali sehari dalam porsi yang kecil. Pola makan seperti ini akan mencegah perut merasa lapar dan proses metabolisme akan terus bekerja sehingga dapat membakar banyak kalori.

Memperbanyak Minum Air Putih

Dengan memperbanyak minum air, kita dapat mengisi perut sekaligus mengurangi keinginan untuk makan. Selain itu, kita juga dianjurkan untuk mengonsumsi beberapa gelas air sebelum makan untuk mengurangi nafsu makan. Manfaat lainnya dalam memperbanyak minum air adalah dapat membantu proses pencernaan serat. Konsumsi air yang banyak dapat memperlancar proses pencernaan dan menghindarkan kita dari sembelit yang sering dialami saat menjalani diet.

Mengunyah Permen Karet

Saat kita mengunyah permen karet, mulut akan memproduksi cairan atau kelenjar yang terhubung dengan salah satu syaraf di otak. Kemudian otak akan menerima pesan ini sebagai tanda bahwa mulut sedang mengunyah makanan. Hal ini akan membuat tubuh secara tidak langsung merasa tidak lapar. Namun Minasan harus tetap cermat dalam pemilihannya, karena beberapa permen karet memiliki kandungan yang tinggi.

Awali Dengan Sup

Saat makan siang atau makan malam, mulailah dengan mengonsumsi sup terlebih dahulu. Sup yang disarankan adalah jenis sup dengan kaldu atau sup sayuran. Dengan mengonsumsi sup kita dapat mengurangi jumlah kalori yang kita makan setelahnya.
source: http://cheryldietitian.com/2012/07/10/the-cabbage-soup-diet/

Menyantap Salad

Mengonsumsi salad juga dianjurkan sebelum kita menyantap menu utama saat makan. Menurut sebuah studi, saat kita mengonsumsi seporsi salad besar yang rendah kalori (100 kalori), maka kita akan mengurangi 12 % kalori yang diterima saat menu utama disajikan. Selain itu, apabila kita mengonsumsi seporsi salad kecil, maka kita dapat mengurangi 7% kalori yang diterima saat menyantap menu utama. Jenis salad yang dianjurkan adalah salad dengan selada, tomat, seledri, dan wortel.

Kacang-kacangan

Kacang-kacangan dapat membuat kita merasa kenyang lebih lama dikarenakan kandungan protein dan seratnya yang tinggi. Segenggam kacang-kacangan yang kaya akan vitamin dan mineral ini akan membuat Minasan merasa kenyang disela-sela waktu makan. Tapi pastikan untuk tidak mengonsumsi kacang secara berlebihan karena makanan ini juga mengandung lemak yang cukup banyak.

Makan Pelan-Pelan

Makan perlahan-lahan bukan hanya mencegah kita dari kemungkinan tersedak namun juga baik diterapkan saat sedang diet. Otak kita membutuhkan waktu hampir 20 menit untuk menangkap sinyal makanan telah berada di dalam perut. Oleh sebab itu, dengan makan perlahan kita dapat mengimbangi waktu yang dibutuhkan oleh otak untuk mendapat sinyal dan membuat kita merasa kenyang.