Sebagai Minuman Detoks

Pada awalnya, jeruk nipis tidak dikenal sebagai penurun berat badan. Melainkan sebagai minuman pembersih racun atau detoks yang dicampur dengan cabe pada tahun 1941 oleh Stanley Burough, seorang ahli detoksifikasi. Ia menjualnya sebagai minuman detoks yang dicampur dengan bubuk cabe dan sirup maple. Seiring berjalannya waktu, minuman ini pun dianggap mampu menurunkan berat badan selama tidak mengkonsumsi apapun selama beberapa hari. Namun cara ini tidak disarankan oleh Dr. Patrika Tsai, seorang pediatrik di Rumah Sakit Anak-anak di Boston, karena diet dengan metode ini dapat menyebabkan stres pada sistem kardiovaskular.
Tsai explains that the diet requires 10 days of not eating anything containing sufficient protein, essential fats or minerals.
source: http://www.livestrong.com/article/323338-lime-cayenne-diet/

Serat dan Kalori Pada Jeruk Nipis

Jeruk nipis memiliki kandungan serat sebanyak 1,9 gram di setiap diameter sepanjang 2 inchi. Hal ini menunjukkan bahwa serat dalam jeruk nipis sudah memenuhi kebutuhan serat setiap hari. Sedangkan kandungan kalori pada setiap 2 inchi diameter jeruk nipis mengandung sebanyak 20 kalori yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kalori per harinya. Dengan jumlah serat dan kalori dari jeruk nipis sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian sekaligus serat yang bermanfaat untuk meningkatkan fungsi pencernaan yang juga berguna untuk diet.

Vitamin C

Dalam 2 inchi diameter jeruk nipis, mengandung 19,5 miligram vitamin C. Kandungan vitamin C ini sudah cukup untuk memenuhi 26 persen kebutuhan vitamin C untuk perempuan dan 21,8 persen untuk pria dalam kebutuhan sehari-hari. Antioksidan dalam vitamin C ini memiliki manfaat untuk memperbaiki kulit, jaringan, dan tulang. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Dr. Carol Johnson dari Universitas Arizona, mereka yang mengonsumsi vitamin C setiap hari memiliki kemampuan membakar lemak 30 persen lebih besar dibandingkan mereka yang kurang menyerap vitamin C.

Jeruk Nipis dan Lemon

Meskipun memiliki warna dan bentuk yang berbeda, jeruk nipis dan lemon memiliki manfaat yang sama. Keduanya sama-sama memiliki jumlah kalori yang rendah, sumber serat, sumber vitamin C dan vitamin B-9 yang cukup untuk memenuhi nutrisi harian. Namun, kadar nutrisi yang dikandung memiliki perbedaan sehingga akan berpengaruh pada banyaknya lemak yang terbakar selama proses penurunan berat badan.
source: http://eathealthylivefit.com/2013/07/healthy-poster-gallery/lemonlime-eathealthylivefit_com/
Dalam 100 gram buah jeruk atau lemon mengandung 30 kalori, 2,8 gram serat, serta 2 hingga 3 persen kebutuhan harian vitamin B-9. Namun, dalam 100 gram buah lemon terdapat 53 miligram vitamin C, sedangkan dalam 100 gram buah jeruk nipis hanya memiliki 29 miligram vitamin C. Meskipun mungkin lemon lebih efektif dalam membantu proses penurunan berat badan dibandingkan dengan jeruk nipis karena kandungan kabohidratnya yang lebih rendah dan proteinnya yang lebih tinggi, Minasan tetap bisa menggunakan jeruk nipis sebagai pengganti lemon.

Cara Menikmati Jeruk Nipis

Jeruk nipis memiliki rasa yang sangat asam sehingga seringkali orang menambahkan pemanis yang justru tidak baik untuk proses penurunan berat badan. Maka tidak ada salahnya mengganti pemanis seperti gula atau sirup dengan madu yang alami tanpa proses mesin. Cara lain yang bisa digunakan adalah dengan mencampurkan perasan air jeruk nipis ke dalam makanan atau minuman. Minasan juga bisa menambahkannya pada teh herbal untuk hasil yang lebih maksimal untuk diet. Cukup setengah dari buah jeruk nipis untuk dicampurkan pada secangkir teh hijau atau teh herbal lain, dan diminum dua sampai tiga kali sehari setiap hari. Selain dicampurkan pada makanan dan minuman, cara lain yang bisa digunakan adalah dengan menggunakan metode infused water. Minasan bisa menambahkan buah lain dalam infused water seperti strawberry atau mentimun. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, jangan lupa untuk melakukan olahraga secara rutin.