Dua masakan khas Indonesia yang sangat nikmat untuk disantap adalah gulai dan tongseng kambing. Membayangkannya saja sudah membuat air liur menetes, apalagi jika menyantapnya langsung. Jika mendengar nama kedua masakan ini disebut, pasti langsung membayangkan daging merah dan santan yang menjadi bahan utamanya. Tentu saja, dua bahan makanan ini tinggi akan kandungan kolesterol dan lemak yang berbahaya bagi dietmu.
Bagi Minasan yang sedang menjalankan program diet, tentu ingin menghindari tongseng dan gulai. Bisa dibayangkan betapa banyak kolesterol dan kalori yang akan masuk ke dalam tubuh jika kita menyantapnya. Tapi bagaimana jika Minasan tidak dapat menghindar dari godaan untuk menyantap gulai dan tongseng saat sedang diet? Jangan khawatir, ada beberapa tips untuk Minasan yang ingin menyantap gulai dan tongseng saat sedang diet. Yuk, kita bahas satu per satu.

1. Mengganti Daging Merah

Gulai dan tongseng sangat identik dengan daging merah, yaitu daging kambing atau daging sapi. Kandungan dalam kedua jenis daging tersebut memang dibutuhkan oleh tubuh, namun jika Minasan sedang dalam program diet yang menghindari protein dan lemak hewani, sebaiknya hindari kedua jenis daging merah di atas.
Nah, jika Minasan ingin tetap menikmati gurihnya masakan gulai dan tongseng namun sedang diet protein hewani, Minasan dapat menggantinya dengan bahan lain yang mengandung protein nabati. Bahan-bahan pengganti yang dapat dipakai misalnya labu kuning dan kabocha (labu Jepang) untuk menggantikan daging dalam gulai, atau jenis-jenis jamur untuk menggantikan daging dalam tongseng. Sebutan untuk masakannya bukan lagi gulai daging kambing dan tongseng kambing melainkan gulai labu kuning (gulai kabocha) dan tongseng jamur. Jangan mengganti daging merah dengan daging ayam, ya. Karena faktanya, daging ayam memiliki kandungan lemak dan kandungan kolesterol lebih banyak dibandingkan dengan daging kambing.

2. Mengganti Santan

Selain daging kambing, bahan utama gulai dan tongseng adalah santan kental. Santan inilah yang berperan membuat rasa masakan menjadi gurih. Tapi santan juga mengandung kolesterol tinggi yang merupakan musuh bagi tubuh terutama di saat diet.
Untuk menyiasatinya, Minasan dapat mengganti santan dengan bahan lain yang memiliki cita rasa yang mirip, yaitu susu. Meskipun tidak sama persis rasanya, namun tidak akan mengurangi rasa masakan secara keseluruhan. Susu yang digunakan sebaiknya jenis low fat milk, bukan yang fresh milk. Karena dalam fresh milk masih terdapat kandungan gula, sehingga tidak cocok jika dipakai untuk menggantikan santan.

3. Gunakan Minyak Zaitun untuk Menumis

Saat memasak gulai dan tongseng, salah satu langkahnya adalah menumis bumbu yang biasanya menggunakan minyak goreng. Minyak goreng yang banyak beredar di pasaran adalah minyak kelapa dan minyak sawit. Agar program diet Minasan tetap berhasil, jangan menggunakan minyak goreng untuk menumis bumbunya. Minasan dapat mengganti minyak goreng dengan minyak zaitun. Setiap satu sendok teh minyak zaitun hanya mengandung 1 gram lemak. Memang aroma minyak zaitun tidak sesedap minyak kelapa atau mentega, namun jauh lebih sehat. Selain itu, minyak zaitun bisa menurunkan risiko terkena penyakit jantung.
Bagi Minasan yang tetap ingin menikmati lezatnya gulai dan tongseng namun dengan cara yang lebih sehat, tidak ada salahnya mencoba tips di atas. Minasan juga bisa mencoba resep tongseng jamur berikut ini untuk menu dietmu.

Resep Tongseng Jamur Sehat

Bahan-bahan:
100 gr jamur merang, dipotong-potong sesuai selera, cuci bersih
100 gr jamur kancing, dipotong-potong sesuai selera, cuci bersih
100 gr jamur kuping, dipotong-potong sesuai selera, cuci bersih
50 gr kol, potong sesuai selera, cuci bersih
1 buah tomat, dipotong 4 bagian
Cabe rawit secukupnya, dipotong atau dibiarkan utuh
1/2 buah bawang bombay, iris memanjang
1 lembar daun jeruk
3 cm jahe, digeprek
3 cm lengkuas, digeprek
1/2 bagian kaldu blok
Garam secukupnya
400 ml low fat milk
1 sdm kecap manis
3 sdm minyak zaitun untuk menumis

Bumbu halus:
6 siung bawang merah
3 siung bawang putih
3 cm kunyit
1 sdt gula merah
source: http://panmas.depok.go.id/aset-kecamatan/2012/05/tongseng-jamur.jpg
Cara membuat:
1. Rendam jamur-jamur yang sudah dipotong dalam air panas selama beberapa saat, tiriskan, kemudian sisihkan.
2. Panaskan minyak zaitun, kemudian tumis bumbu halus, daun jeruk, jahe, lengkuas hingga harum. Setelah harum, masukkan semua jamur dan bawang bombay, aduk rata, kemudian masukkan low fat milk sambil diaduk-aduk. Tambahkan garam, kaldu blok, kemudian masukkan irisan tomat, kol dan kecap manis. Aduk rata.
3. Masak hingga kuah mendidih dan semua bahan matang. Sajikan dengan taburan bawang goreng.
Nah, bagi Minasan yang masih ingin menikmati tongseng di kala diet, silakan mencoba resep d iatas. Selamat mencoba.