Penemuan Vitamin E

Vitamin E mulai ditemukan pada tahun 1922 pada saat Dr. H.M. Evans melakukan penelitian terhadap janin tikus. Dalam janin tikus terdapat substansi yang berfungsi mempertahankan janin agar tetap hidup. Sejak saat itu, substansi ini disebut sebagai vitamin E yang lebih dikenal sebagai vitamin untuk mencegah kemandulan. Barulah setelah muncul banyak penelitian ditemukan beragam manfaat dari vitamin E pada kulit.
Disebut vitamin E karena ditemukan setelah vitamin-vitamin yang sudah ada yaitu A, B, C, dan D.
source: https://id.wikipedia.org/wiki/Vitamin_E

Vitamin E Mengkonsentrasi Sebum

Sebum sangat mudah terkonsentrasi dengan vitamin E. Sebum akan mengambil vitamin E yang terserap oleh tubuh menuju ke permukaan kulit dan menyebabkan kulit semakin berminyak. Minyak membuat kotoran dan bakteri mudah menempel sehingga menjadi penyebab timbulnya jerawat. Selain mengurangi jumlah asupan suplemen vitamin E, mengoleskan vitamin E pada kulit wajah berjerawat juga tidak dianjurkan karena proses penyerapan vitamin E ke dalam kulit sangat lambat sehingga memungkinkan kotoran dan bakteri akan semakin mudah menempel.

Vitamin E Sebagai Antioksidan

Sebagai antioksidan alami, vitamin E juga telah terbukti mampu menyembuhkan jerawat lebih cepat. Perlu diketahui, bahwa antioksidan pada vitamin E bekerja sangat baik ketika dikombinasikan dengan antioksidan lain seperti antioksidan yang terdapat pada vitamin C, vitamin A, dan selenium. Maka sangat penting bagi Minasan yang memiliki kulit berminyak dan berjerawat untuk mengkonsumsi makanan dengan kandungan vitamin yang lengkap di waktu yang sama. Pada vitamin A, antioksidannya mampu membunuh bakteri dan membantu mengurangi produksi minyak berlebih. Sedangkan antioksidan pada vitamin C berperan sebagai anti-bakteri dan mempercepat proses penyembuhan luka.
Vitamin C dapat memulihkan vitamin E ke bentuk tereduksi alaminya. Vitamin E dibutuhkan untuk membantu kerja vitamin A dan dapat melindungi efek samping dari vitamin A yang berlebihan. Karena zat besi inorganik merusak vitamin E, maka vitamin E dan zat besi sebaiknya tidak digunakan bersamaan. Kolestiramin, minyak mineral, dan alkohol dapat mengurangi penyerapan vitamin E di usus.
source: http://www.drwandy.com/index.php?option=com_content&view=article&id=73:antioksidan-iiivitamin-e&catid=36:perawatan-kulit&Itemid=11&lang=id

Dosis yang Dibutuhkan

Hal lain yang wajib diperhatikan adalah dosis vitamin E yang dibutuhkan oleh jenis kulit kita. Jika Minasan membeli suplemen vitamin E, pasti melihat ada angka yang diikuti oleh kata "IU". IU (Interntational Units) merupakan satuan yang digunakan untuk mengukur seberapa tinggi kandungan vitamin E pada setiap satu butir soft gel vitamin E. Jika jenis kulit Minasan adalah berminyak dan berjerawat, maka dosis yang dibutuhkan untuk dikonsumsi adalah sebesar 100-200IU. Selain memperhatikan jenis kulit, dosis vitamin E juga ditentukan oleh aktivitas kita di luar ruangan dan usia kita. Karena semakin lama kita terkena sinar matahari, maka dosis yang dibutuhkan juga semakin tinggi. Begitu pula jika usia semakin bertambah, dosis vitamin E yang dibutuhkan pun juga menjadi lebih banyak.
source: http://www.healthy-skincare.com/benefits-of-vitamin-e.html
Sedangkan jika usia Anda masih muda, memiliki kulit berminyak, dan hanya menghabiskan kebanyakan waktu di dalam ruangan, maka dosis yang dibutuhkan berkisar antara 100-200 IU saja.
source: http://sains.kompas.com/read/2012/08/16/15534153/Sudah.Tepatkah.Dosis.Vitamin.E.Anda.
Perlu diperhatikan lagi, mengkonsumsi vitamin E terlalu banyak selain dapat menyebabkan produksi minyak berlebih juga dapat menimbulkan masalah kesehatan. Ini menjadi peringatan baik bagi pemilik kulit berminyak, kulit normal, dan juga kulit kering. Efek buruk yang ditimbulkan ketika terlalu banyak mengkonsumsi vitamin E dalam jangka waktu yang lama menimbulkan diare, gangguan penglihatan, sakit kepala, mual, tubuh menjadi lebih lemah, hingga mengakibatkan kerapuhan pada tulang. Oleh karena itu, konsumsi suplemen vitamin E tidak dianjurkan melebihi 400 IU.

Sumber Vitamin E Alami

Jika Minasan ragu untuk mengkonsumsi vitamin E berupa suplemen, cobalah untuk mengkonsumsi vitamin E yang berasal dari makanan seperti sayur dan buah. Kita mungkin pernah mendengar larangan dari orang tua untuk tidak memakan kacang terlalu banyak karena bisa menyebabkan jerawat. Alasan itu masuk akal, karena kandungan vitamin E paling tinggi terletak pada kacang-kacangan dan biji-bijian. Maka pilihlah makanan dengan kandungan vitamin E yang tidak terlalu tinggi seperti brokoli, lobak, pepaya, tomat, asparagus, paprika, daun basil dan sebagainya.
source: http://www.isa-professional.com/blogs/news/18710413-anti-aging-benefits-of-vitamin-c-and-vitamin-e