Makanan Pantangan dan Diet Saat Menghadapi Kehamilan

Bagi setiap wanita, hamil merupakan anugrah yang sangat luar biasa. Kehamilan akan disambut dengan penuh suka cita dan akan dipersiapkan dengan seksama dan hati-hati. Pada saat hamil, tentu saja Minasan ingin menjaga kesehatan diri supaya janin dalam kandungan dapat tumbuh dengan sehat dan sempurna. Wanita hamil harus menjaga makanan yang dikonsumsi, karena apa yang dimakan oleh wanita hamil akan dimakan pula oleh janin dalam kandungannya.
source: http://www.andasehat.com/wp-content/uploads/2014/11/makanan-sehat-untuk-ibu-hamil.jpg
Dalam kacamata medis, ada beberapa pantangan makanan bagi ibu hamil, terutama usia kehamilan muda. Setiap wanita hamil, wajib mengetahui macam-macam pantangan makanan tersebut, sehingga dapat menghindari untuk mengonsumsinya dan Minasan tidak terjebak mitos pantangan yang beredar dalam masyarakat. Apa saja jenis makanan itu, yuk kita simak.

1. Makana Mentah atau Setengah Matang

Pada saat hamil, Minasan sebaiknya menghindari konsumsi semua jenis makanan, baik dari sayuran maupun dari hewan, yang tidak dimasak dengan sempurna atau setengah matang, apalagi yang masih mentah. Kenapa? Karena dalam makanan yang masih mentah atau setengah matang rentan terhadap berbagai bakteri, virus dan parasit yang dapat menyebabkan gangguan kehamilan, bahkan keguguran. Bakteri, virus dan parasit tersebut sangat hampir mustahil dapat hilang hanya dengan dicuci. Oleh karena itu harus dimasak dengan sempurna. Bakteri yang berbahaya yang ada dalam makanan mentah antara lain bakteri salmonella yang dapat menyebabkan kram perut dan diare, bakteri e coli, bakteri toksoplasmosis yang menyebabkan janin mengalami penyakit tokso.

2. Makanan dan Minuma Beralkohol

Makanan dan minuman beralkohol merupakan makanan dengan rambu lampu merah untuk dikonsumsi saat kehamilan. Alkohol dapat menyerap oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan sel tubuh sehingga dapat menghambat perkembangan janin dalam kandungan. Selain itu, alkohol juga dapat mempengaruhi intelektual dan pertumbuhan fisik secara permanen.

3. Susu yan Tidak Dipasteurisasi

Susu yang tidak dipasteurisasi rentan terhadap bakteri, terutama bakteri listeria monocytogeneses. Bakteri tersebut dapat menyebabkan terjadinya keguguran, bayi terlahir dalam kondisi mati, atau bayi terlahir dengan penyakit bawaan. Jadi, sebaiknya pilih susu atau produk minuman yang sudah dipasteurisasi untuk menghindari terkontaminasi bakteri tersebut.

4. Beberapa Jenis Ikan Laut

Ikan dan produk seafood lainnya jika dimasak sempurna sangat baik dikonsumsi pada saat kehamilan. Namun, ada beberapa jenis ikan yang sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi saat hamil, yaitu : Ikan tenggiri, ikan todak, ikan hiu yang banyak mengandung merkuri dan ikan yang ditangkap di daerah polutan tinggi. Selain itu, Minasan juga sebaiknya membatasi mengkonsumsi kerang, karena kerang merupakan hewan laut dengan tingkat residu yang tinggi.

5. Minuman yang Mengandung Kafein

Kafein dapat berpengaruh terhadap detak jantung dan sistem pernafasan janin. Bahkan terlalu banyak mengonsumsi kafein saat hamil dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah atau keguguran. Kafein dapat dikonsumsi oleh ibu hamil dalam batas tertentu, yaitu tidak lebih dari 200 mg per hari (2 cangkir kopi).
Jadi, para "pecandu" kopi tetap dapat menikmati kopi saat hamil, hanya jumlahnya yang harus dikurangi.

6. Pemanis Buatan dan Pengawet Berlebih

Saat hamil, sebaiknya menghindari mengonsumsi pemanis buatan secara berlebihan. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya perkembagan janin dalam kandungan. Selain pemanis buatan, saat kehamilan sebaiknya menghindari konsumsi makanan dan minuman berpengawet, seperti mie instan dan makanan kalengan.

7. Makanan Penyebab Munculnya Alergi

Bagi ibu hamil yang memiliki riwayat alergi, sebaiknya menghindari konsumsi makanan-makanan yang bersifat alergen, seperti kacang-kacangan, seafood, dan sebagainya.

8. Mengkonsumsi Makanan Penghasil Kalori Berlebih

Ibu hamil memang membutuhkan asupan nutrisi dan gizi lebih banyak, namun tidak membutuhkan kalori lebih banyak. Jadi, sebaiknya ibu hamil tidak mengonsumsi makanan berkalori secara berlebihan. Jika hal itu dilakukan, akibatnya adalah overweight bagi ibu hamil, dan overweight ini dapat menyebabkan pre eklampsia, yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah dan kadar protein dalam urine.
Apabila berlanjut dan tidak ditangani dengan baik, pre eklampsia akan akan berubah menjadi eklamsi. Dampak fatal eklampsia adalah kejang-kejang, koma atau bahkan kematian sebelum ataupun sesudah kelahiran.
Minasan yang saat ini sedang dalam masa kehamilan, sebaiknya memperhatikan rambu-rambu pantangan makanan di atas. Memang pada prinsipnya, semua makanan dan minuman baik untuk ibu hamil, hanya saja apabila dikonsumsi secara berlebihan tentu akan menimbulkan dampak bagi ibu hamil sendiri maupun bagi janinnya. Jadi Minasan, sudah sepatutnya kita menjadi smart mom saat hamil dan jangan terjebak dalam mitos pantangan yang ada di masyarakat.