Cabut Gigi Geraham, Kenapa tidak?

Bagi sebagian orang cabut gigi geraham merupakan "momok" yang menakutkan. Rasa sakit dan kepiluan pasti akan terbayang sebelum pencabutan. Apakah Minasan juga mengalaminya?
Lebih jauh tentang geraham bungsu, gigi ini tumbuh dengan posisi yang tidak seperti gigi lainnya pada sebagian orang. Hal tersebut karena geraham bungsu tumbuh paling akhir sehingga terkadang tidak ada space yang tersisa dalam rahang. Sehingga menyebabkan gigi geraham tumbuh dengan posisi yang tidak sempurna. Bahkan ada sebagian orang yang gigi geraham bungsunya tidak muncul di permukaan gusi, namun tumbuh di dalam gusi dengan posisi miring mendesak akar gigi depannya. Ketidaksempurnaan posisi tumbuh gigi geraham bungsu inilah yang menyebabkan timbulnya berbagai masalah, yang pada akhirnya disarankan harus dicabut. Apabila Minasan diharuskan melakukan prosedur pencabutan gigi geraham bungsu, berikut tips yang dapat kami bagikan berdasarkan pengalaman.

1. Lakukan Rontgen Gigi

Apabila kita mengalami sakit gigi yang berkepanjangan, rontgen merupakan langkah awal yang harus Minasan lakukan. Rontgen gigi dilakukan untuk mengetahui kontur gigi kita. Bagaimana posisi dari masing-masing gigi dalam mulut kita. Dengan rontgen gigi, akan diketahui posisi gigi geraham bungsu dalam mulut kita. Bahkan jika posisi geraham bungsu berada di dalam gusi sekalipun akan terlihat. Posisi gigi yang berada dalam gusi ini merupakan silent bomb bagi pemiliknya. Hal ini dikarenakan gigi tidak muncul, tapi gigi tetap tumbuh dan mendesak gigi lainnya, sehingga yang terjadi adalah makin rapuhnya gigi lainnya (ditandai dengan seringnya sakit gigi).

2. Kunjungi Dokter Gigi Umum atau Spesialis Konservasi Gigi untuk Konsultasi Hasil Rontgen

Bawalah hasil rontgen gigi yang telah kita lakukan ke dokter gigi umum atau dokter gigi spesialis konservasi gigi untuk mendapatkan saran awal, apakah diperlukan pencabutan ataukan hanya sekedar perawatan (konservasi gigi).

3. Jika Memang Diperlukan Pencabutan Maka Akan Dirujuk ke Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut

Pencabutan gigi geraham bungsu merupakan operasi gigi kompleks sehingga harus dilakukan oleh ahli bedah mulut, mengingat gigi berhubungan dengan organ lainnya seperti hidung dan mata. Kesalahan dalam prosedur pencabutan akan berefek pada organ hidung dan mata, seperti sinus bahkan kebutaan. Operasi dilakukan dengan bius lokal pada gigi, jadi Minasan tidak usah khawatir akan merasakan sakit saat gigi dicabut dan gusi dijahit. Sebelum melakukan pencabutan gigi, sebaiknya Minasan makan terlebih dahulu, karena pasca pencabutan gigi tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan yang keras.

4. Pastikan Kondisi Fit Saat Melakukan Pencabutan

Sebelum melakukan prosedur pencabutan, dokter gigi akan melakukan pengukuran tekanan darah dan wawancara singkat terkait kondisi kesehatan kita. Hal ini untuk mengurangi risiko pada pasien dengan riwayat kelainan darah, hipertensi, gangguan jantung, gangguan pembekuan darah dan pasien dengan konsumsi obat-obatan tertentu.

5. Do's and Don'ts Pasca Pencabutan

Pasca pencabutan, mulut akan terasa kebas dan Minasan akan diminta untuk menggigit kapas pada gusi yang dijahit. Hal tersebut bertujuan agar terbentuk gumpalan darah pada gusi bekas jahitan. Jangan kaget apabila terjadi pembengkakan pada gusi yang juga akan terlihat pada pipi Minasan. Hal ini umum terjadi pada pasca pencabutan gigi. Ketika efek bius mulai menghilang, Minasan disarankan minum es untuk meredakan sakit yang mulai terasa dan mengurangi risiko pendarahan. Minasan juga disarankan untuk tidak minum atau makan yang keras dan panas. Sebelum jahitan dibuka (biasanya seminggu pasca operasi gigi dilakukan), Minasan tidak disarankan sering-sering berkumur maupun menyikat jahitan. Hal ini untuk menghindari resiko Dry Mouth (menghilangnya gumpalan darah, yang seharusnya terbentuk pasca pencabutan, pada bekas jahitan). Untuk menyikat bekas jahitan, gunakan sikat dengan bulu halus dan memiliki kepala sikat yang kecil karena Minasan akan sulit untuk membuka mulut lebar-lebar. Sikatlah bekas jahitan dengan hati-hati, jangan terlalu keras karena akan berisiko melukai bekas jahitan. Apabila Minasan kesulitan untuk menykat bagian bekas jahitan, tidak apa jika tidak disikat, cukup dengan berkumur air garam. Air garam dapat membunuh kuman dalam mulut, dapat menggantikan sikat gigi untuk sementara.
Nah, itulah beberapa tips jika Minasan memiliki masalah dengan gigi geraham dan harus melakukan prosedur pencabutan. Semoga bermanfaat.