Cuka Apel vs Cuka Putih

Tidak seperti cuka anggur putih, yang dibuat dari anggur, cuka putih disuling dari alkohol. Cuka putih ini mempunyai 5% tingkat keasaman. Umumnya, produsen juga membuat cairan cuka dengan cara kimiawi, yakni dengan asam asetat atau yang lebih dikenal dengan asam cuka (acetic acid). Larutan ini juga mengandung asam amino (amino acid), asam organik (organic acid), zat gula (saccharides), vitamin B1, dan B2. Cuka jenis ini lebih murah dibandingkan jenis cuka lainnya dan dapat ditemukan di toko-toko kelontong. Cuka putih ini adalah cuka yang paling banyak diproduksi setiap tahun sesuai dengan kebutuhannya yang setiap tahun mengalami peningkatan sejalan dengan meningkatnya industri.
source: http://www.sidola.com/consumergoods/kategorien/06_Cuka-nbsp~Makan-nbsp~Dixi/dateien/Dixi_Cuka.jpg
Cuka apel, alias apple cider vinegar (ACV), terbuat dari sari apel dan umumnya berwarna kecokelatan. Biasanya cuka ini digunakan sebagai pengawet makanan, salad dressing, atau bumbu perendam masakan. Aromanya seperti apel yang sangat masam.

Cuka Apel untuk Kulit

Dibandingkan jenis cuka lainnya, cuka apel memiliki kandungan antijamur dan antibakterial. Inilah yang menyebabkan cuka apel sangat bermanfaat bagi kulit dan tubuh. Kandungan asam cuka apel itu dapat melindungi kulit dari jerawat, juga dapat menetralkan produksi minyak sehingga kulit berminyak ataupun kulit sensisitf bisa menjadi lebih normal. Cuka apel juga dapat meningkatkan keseimbangan pH kulit. Fungsi itu sama seperti yang dimiliki benzoyl peroxide, salicylic acid, dan glycolic acid yang sering digunakan sebagai bahan obat antijerawat. Cuka apel juga dapat dikonsumsi dengan cara diminum, karena kandungan probiotiknya yang sangat baik dapat membantu mempercantik kulit dari dalam.

Bahaya Cuka Apel yang Berlebihan

Walaupun memiliki banyak kelebihan, sebaiknya hindari menggunakan cuka apel secara berlebihan. Kandungan asam pada cuka apel juga dapat merusak kulit jika terlalu pekat. Tandanya adalah kemerahan, muncul sensasi terbakar pada kulit, dan pengelupasan. Oleh karena itu, sebaiknya cuka apel dicampur dengan air terlebih dahulu sebelum digunakan. Perbandingannya bisa 10:1, hingga secara bertahap meningkat sampai 2:1.
Not diluting with water can result in skin burns and damage especially when using the vinegar on the face.
source: http://theacneproject.com/apple-cider-vinegar-acne-benefits-myth/
Sebelum menggunakannya pada kulit, ada baiknya juga Minasan mencari tahu terlebih dahulu apakah kulit Minasan tidak alergi terhadap cuka apel. Caranya, tepuk-tepuk kapas yang sudah dibasahi dengan cuka apel ke satu titik di leher, lalu diamkan selama 15 menit. Jika tidak muncul reaksi seperti gatal-gatal atau kemerahan, maka Minasan bisa terus melanjutkan penggunaan cuka apel untuk perawatan kecantikan. Pada awal pemakaian, campurkan cuka apel dan air dengan perbandingan 1:10. Setelah seminggu, baru tingkatkan kadar cuka apelnya. Ini bertujuan agar kulit Minasan tidak 'kaget' bersentuhan dengan cairan asam tersebut.

Cuka Apel Sebagai Toner

Cuka apel dapat digunakan sebagai toner secara rutin sebanyak 2x dalam sehari, yaitu pagi dan malam. Minasan harus sabar ya, karena toner ini berbahan alami, maka hasilnya juga baru terlihat setelah kurang lebih 3 bulan penggunaan rutin. Aplikasikan toner ini setelah mencuci muka, baru oleskan pelembab atau sunblock.
Uniknya, cuka apel ini juga berfungsi untuk mengatasi komedo. Untuk kulit yang tidak berjerawat, antibakterial dalam cuka apel akan membantu kulit mengurangi kadar minyak berlebih sehingga kotoran penyebab munculnya komedo dapat terhindar dengan sendirinya. Sedangkan untuk kulit berjerawat, glycolyc acid yang terkandung dalam cuka apel juga membantu meredam peradangan yang terjadi.

Bebas Ketombe Dengan Cuka Apel

Selain untuk kulit wajah, cuka apel ternyata juga berkhasiat untuk menghilangkan ketombe dan membantu mengangkat residu produk rambut, lho! Caranya, campurkan cuka apel dengan air, lalu bilas pada rambut setelah keramas. Bisa juga dengan memasukkan larutan pada botol spray, lalu menyemprotkannya pada rambut yang kering untuk menghilangkan rasa gatal dan mengangkat sisa-sisa hairspray yang masih menempel pada rambut. Meskipun aroma cukanya kuat, begitu mengering, bau asam itu akan menghilang dengan sendirinya, kok. Tenang saja!
Nah, mudah dan hemat, 'kan? Selamat mencoba ya, Minasan!