Membawakan Bunga dalam Pot saat Menjenguk Orang Sakit

Saat hendak menjenguk relasi atau saudara yang sedang dirawat di rumah sakit, sebaiknya Minasan membawakan bunga dalam keadaan potongan yang masih segar. Membawakan bunga atau tanaman dalam pot harus dihindari, karena bisa berarti mendoakan agar orang yang sedang sakit akan dirawat lebih lama lagi di rumah atau di rumah sakit, alias mendoakan agar tidak cepat sembuh.
source: http://www.hospitalgiftshop.com/My-One-and-Only-Bouquet-.htm

Memotong Kuku di Malam Hari

Hindari memotong kuku di malam hari ya, Minasan. Penjelasan logisnya adalah karena pada zaman dahulu penerangan di malam hari tidak begitu baik, sehingga kalau Minasan memaksakan diri memotong kuku bisa-bisa jari Minasan justru terluka. Pada takhayul ini disebutkan bahwa memotong kuku di malam hari membuat kita tidak bisa menemani kedua orang tua kita saat beliau meninggal dunia. Pada versi lain hal tersebut dikatakan terjadi karena kita akan meninggal terlebih dahulu daripada kedua orang tua kita.
source: http://bestmedicines.org/the-faqs-about-toenail-fungus-8/

Jangan Langsung Tidur Setelah Makan

Di Indonesia, kalau langsung tidur setelah makan katanya Minasan bisa berubah menjadi ular. Di Jepang, jika Minasan langsung tidur setelah makan maka Minasan akan berubah menjadi sapi atau kerbau. Takhayul ini sebenarnya mencoba mengajarkan pada anak-anak sopan santun supaya tidak langsung tidur setelah makan. Anak-anak diharapkan membantu membereskan meja makan atau mencuci piring sebagai tanda terima kasih pada ibu atau orang yang telah mempersiapkan makanan. Dari segi kesehatan juga sebenarnya tidak disarankan untuk langsung tidur setelah makan, karena makanan dalam lambung justru bisa terdorong kembali ke kerongkongan dan mengakibatkan rasa tidak nyaman pada rongga perut dan dada.
source: http://www.howitworksdaily.com/why-do-we-feel-sleepy-after-eating/

Sembunyikan Pusar ketika Hujan Disertai Petir

Saat hujan disertai guntur dan petir, maka tutupi pusar Minasan supaya tidak tersambar petir. Takhayul ini berasal dari kepercayaan mengenai Raijin yang menguasai guntur dan petir serta temannya Raijuu yang memiliki bentuk serupa gabungan kucing, rakun dan tikus tanah. Dikatakan bahwa sehari-harinya Raijuu ini adalah makhluk yang tidak berbahaya dan memilih untuk tidur di dalam pusar manusia. Namun ketika terjadi hujan disertai guntur dan petir, Raijin akan berusaha membangunkan Raijuu temannya dengan cara menyambar tempat ia tidur dengan petir. Penjelasan logisnya adalah takhayul ini digunakan untuk mengingatkan anak-anak supaya segera berteduh dan menutupi bagian perut agar tidak flu atau masuk angin saat terjadi hujan badai dengan petir dan guntur. Menarik, kan?
source: http://mythologica.fr/japon/raijin.htm

Menginjak Bagian Tepi dari Tikar Tatami

Bagian tepi tikar tatami pada rumah-rumah keluarga terpandang di Jepang biasanya terbuat dari kain yang berhiaskan lambang keluarga tersebut, sehingga menginjak bagian tersebut dapat diartikan menghina leluhur keluarga tuan rumah. Salah satu alasan logis mengapa menginjak tepian tatami dianggap tidak baik adalah karena bagian tersebut merupakan bagian paling rapuh. Jika sering terinjak akan membuat tikar tatami cepat rusak, padahal harga sebuah tikar cukup mahal untuk ukuran rumah tangga menengah di Jepang.
source: http://www.sleepexquisite.com/products/tatami/sleep-exquisite-tatami/