Punya rekan kerja yang suka memerintah atau memberikan kerjaan yang sebenarnya bukan bagianmu? Rekan kerja yang selalu memberikan feedback ketika tidak diminta? Atau bahkan rekan kerja yang tidak memberikan anggota tim lain kesempatan berbicara ketika diskusi berlangsung, dan hanya dirinya sendiri berbicara panjang lebar? Jika ya, bisa jadi kamu memiliki rekan kerja yang bossy nih, Ladies! Karyawan dengan sifat seperti ini memang tak jarang ditemui di banyak kantor. Parahnya lagi, sifatnya ini terkadang bukan membuat pekerjaan semakin mudah tetapi malah menjengkelkan dan mengganggu.

Agar kamu tidak stres sendiri dengan rekan kerja seperti ini, ada baiknya kamu melakukan beberapa hal di bawah ini. Sudah siap menghadapi si bossy di kantor?


Tegas dan Berani Berbicara


Seringkali, karyawan yang memiliki sifat bossy tidak sadar akan perbuatannya. Karena itu, tidak ada gunanya kamu menunggu hingga Ia sadar sendiri. Kamu berhak untuk menyuarakan pendapatmu dan bersikap tegas. Misalnya, ketika si bossy tiba-tiba memberikan kritik tentang cara kerjamu tanpa diminta, kamu bisa bilang secara sopan namun tajam, “Saya tidak butuh saran kamu, karena project ini sudah berjalan dengan lancar dibawah pengawasan manager, tapi thanks ya!”. 

source: https://unsplash.com/@rawpixel


 

Berani Menolak dan Ingatkan Dia Siapa Bos Sebenarnya


Salah satu hobi rekan kerja yang bossy yaitu seenaknya memberikan pekerjaan ke orang lain, walaupun sebenarnya itu bukan bagian pekerjaan orang tersebut. Jika kamu sering diminta melakukan pekerjaan yang bukan bagianmu, beranilah menolak dan ingatkan dia siapa bosmu sebenarnya. Cukup katakan bahwa kamu sedang mengerjakan project lain dari manager-mu dan tawarkan Ia bantuan jika diperlukan. Dengan begini, kamu sudah menolak tapi tetap profesional dengan terbuka menawarkan bantuan.

source: https://unsplash.com/@anniespratt


 

baca juga

Harus Bisa Bedakan Antara “Memberi Perintah” dan “Meminta Bantuan”


Orang yang bossy biasanya lebih sering memerintah daripada meminta bantuan, mulai dari nada bicara, perkataan, hingga gelagat layaknya bos. Kamu sendiri harus pintar-pintar membedakan perintah atau permintaan bantuan dari rekan kerja. Beranilah menolak jika Ia memang memerintah seenaknya, agar kamu tidak selalu diberikan pekerjaan yang bukan jatahmu.

source: https://unsplash.com/@alexisrbrown


 

Bicara pada Atasan


Memang susah menyadarkan orang lain akan sikap buruknya. Cara terakhir yang bisa kamu lakukan jika si bossy tetap tidak berubah yaitu dengan berbicara pada atasanmu. Besar kemungkinan atasanmu tidak tahu akan sikap rekan kerja yang bossy, karena itu kamu harus bersikap profesional dan tidak menghakimi si bossy. Salah-salah berbicara, nantinya malah kamu yang dinilai buruk oleh bos lho!

Selain dengan “mengadu”, kamu bisa berbicara dari sudut pandangmu sendiri, seperti bahwa kamu butuh ruang untuk mengeluarkan pendapat atau ingin terlibat pada project tertentu. Dengan begini, minimal kamu sudah memberitahu bosmu bahwa situasi dalam tim kurang kondusif untuk perkembangan dirimu.

source: https://unsplash.com/@punttim