Hindari Weekend dan Musim Liburan

Menghindari akhir pekan dan musim liburan bisa menjadi salah satu cara travelling hemat dan nyaman ke Yogyakarta. Tarif tiket kereta api, akomodasi, hingga harga barang yang dijajakan di sepanjang Jalan Malioboro akan lebih murah pada hari Senin hingga Kamis. Minasan juga dapat merasa lebih santai menjelajahi kota Yogyakarta ketika sedang tidak penuh sesak seperti pada akhir pekan.
source: http://www.kompasiana.com/wardhanahendra/jogja-international-street-performance-2013-suguhan-seni-istimewa-di-jalanan-jogja_55287321f17e6164508b457c

Perhatikan Cuaca & Musim

Merencanakan waktu perjalanan di sini berkaitan dengan iklim dan cuaca kota Yogyakarta. Secara garis besar, musim kemarau yang panas dimulai pada sekitar bulan Maret hingga September. Menjelang Oktober, cuaca akan sering berganti hingga musim hujan datang sekitar bulan November dan berlangsung hingga Februari. Saat musim hujan, kota Yogyakarta akan mulai mendung dan hujan antara pukul dua siang hingga empat sore, dan biasanya akan terus berlangsung hingga tengah malam. Perbedaan suhu dan cuaca bisa membuat tubuh Minasan jadi rentan sakit. Cari informasi terlebih dahulu mengenai suhu udara kota Yogyakarta sebelum Minasan berkunjung, sehingga Minasan tidak salah kostum dan bisa berwisata dengan nyaman.
source: http://www.panoramio.com/user/5355315

Gunakan Bahasa Jawa Halus

Minasan beruntung jika mampu menggunakan Bahasa Jawa Halus, atau pergi bersama kawan yang bisa berbicara menggunakan Bahasa Jawa Halus. Kebanyakan pedagang maupun tukang becak di Yogyakarta tidak segan mempersilahkan Minasan menawar barang dan jasa mereka lebih murah jika Minasan berbicara dengan Bahasa Jawa Halus.
source: https://exotichorizons.wordpress.com/2012/11/27/a-glimpse-of-yogyakarta/

Pilih Kendaraan Sesuai Kebutuhan

Dari bandara maupun stasiun, Minasan dapat menggunakan mobil sewaan, taksi, ojek motor maupun becak untuk mencapai tempat-tempat wisata di Yogyakarta. Pelajari dahulu jarak dan letak penginapan dengan tempat wisata yang hendak dikunjungi. Untuk perjalanan yang santai di sekitar tengah kota Yogyakarta tanpa barang bawaan yang besar dan berat, Minasan bisa menggunakan becak. Untuk rombongan tiga hingga lima orang, lokasi wisata yang jauh dan tidak dapat diprediksi lama perjalanannya akan lebih baik menggunakan mobil sewaan beserta supirnya. Untuk perjalanan singkat di lokasi yang masih terjangkau lalu lintas kota, Minasan bisa menggunakan ojek motor atau taksi. Untuk tempat wisata yang dekat dengan tempat menginap, justru lebih enak dan menarik jika Minasan mau berjalan kaki.
source: https://www.flickr.com/photos/yougotapunk/8130269816

Menginap Hemat di Hotel Melati

Tidak perlu menginap di hotel berbintang lima untuk dapat menikmati kota Yogyakarta. Minasan bisa menginap di hotel-hotel kelas melati yang lebih murah dan tersebar di sekitar Malioboro maupun di seluruh kota Yogyakarta. Tarifnya beragam, namun untuk hari biasa Minasan mungkin bisa membayar kurang dari Rp 400.000 saja, atau bahkan di bawah Rp 200.000 untuk hotel kelas melati.
source: http://hotelmurahdijogjaa.blogspot.com/2013/02/jentra-dagen-hotel-malioboro_21.html

Manfaatkan Fasilitas Sarapan di Penginapan

Agak sulit menjumpai restoran atau rumah makan yang buka di pagi hari untuk sarapan di Yogyakarta, kecuali jika Minasan tidak keberatan sarapan dengan Gudeg Yogya yang manis, atau masih kuat berjalan ke sekitar area pasar tradisional. Oleh karena itu, manfaatkan baik-baik fasilitas sarapan yang biasanya disediakan di tempat Minasan menginap sebelum mulai menjelajahi kota Yogyakarta di pagi hari. Jika tidak tersedia, Minasan bisa menyempatkan diri membeli makanan siap saji pada malam sebelumnya.
source: http://thegreenstudy.com/2015/03/29/tea-and-toast-stories-at-breakfast/

Cari Objek Wisata yang Tidak Biasa

Jauh-jauh ke Yogyakarta hanya main ke gunung, pantai, bahkan ke mal? Wah, sia-sia rasanya liburan. Mumpung sedang di Jogja, Minasan bisa mampir ke lokasi-lokasi wisata yang jarang ada di kota tujuan wisata lainnya seperti mengunjungi Museum Ulen Sentalu, mampir ke desa wisata Prawirotaman yang penuh dengan cafe-cafe menarik dan selalu dipenuhi turis, mengunjungi berbagai galeri seni yang tersebar di area dalam benteng keraton, mengintip pabrik pembuatan Bakpia 25, atau menyaksikan cabaret show di lantai atas pertokoan Mirota Malioboro. Seru, lho!
source: http://soloraya.com/2014/07/10/di-sini-kita-bisa-beli-bakpia-sekaligus-lihat-proses-produksinya/