7. Wedang Sekoteng

Sekoteng banyak ditemui di kawasan Jawa Tengah. Biasanya disajikan di atas mangkuk dengan irisan roti, kacang hijau, sagu mutiara, pacar cina, kacang tanah serta kuah jahe.
source: http://klubnova.tabloidnova.com/KlubNova/Artikel/Resep/Meja-Kursus/WEDANG-SEKOTENG

8. Wedang Ronde

Wedang ronde ini banyak sekali dijumpai di beberapa daerah, terutama kota-kota besar. Memang penyajiannya menyerupai sekoteng, tetapi wedang ronde memiliki bola-bola beras ketan yang di dalamnya terdapat gula merah atau kacang tanah yang gurih.
source: https://cookpad.com/id/resep/174752-wedang-ronde?photo_report_id=52993

9. Anglse (Cemoe)

Bagi warga Surabaya, tentu tidak asing dengan menu satu ini. Meski bukan menu asli Surabaya, penjual wedang angsle selalu ramai pengunjung setiap malamnya. Penyajiannya tidak jauh berbeda dengan sekoteng, namun angsle tidak menggunakan air jahe dan hanya menggunakan kuah santan yang hangat.
source: http://hobingunyah.com/artikel/view/154/yang-anget-ya-wedang-angsle

10. Wedang Kacang Tanah

Satu lagi menu wedang khas Jawa Tengah, yaitu wedang kacang tanah. Hidangan ini dibuat dari bahan yang sangat sederhana, yaitu kacang tanah yang sudah dikupas dan dipresto untuk melunakkan kacang. Wedang satu ini memberikan rasa yang gurih dari kacang tanahnya.
source: http://puppytraveler.com/2015/05/28/kuliner-magelang-ini-bisa-menyihir-lidahmu/
Wedang kacangnya terbilang istimewa. Meski sudah diolah cukup lama, buliran kacang tanah tetap utuh bentuknya, dan saat sudah masuk mulut butir kacangnya langsung hancur dengan lembut. Kuahnya yang tidak terlalu kental juga sangat terasa aroma kacang tanahnya. Paling nikmat wedang kacang tanah ini dinikmati saat panas, tapi sedap juga kalau ditambah es.
source: http://hellosemarang.com/wedang-kacang-kapuran/

11. Wedang Tahu

Lagi-lagi hidangan hangat khas Jawa Tengah, tepatnya Semarang, namanya wedang tahu. Bagi yang belum pernah mencicipinya, pasti membayangkan tahu putih untuk masakan yang biasa digunakan. Tentu saja bukan tahu itu yang digunakan, melainkan kembang tahu yang memiliki tekstur lebih lembut.
source: http://metrosemarang.com/resep-wedang-tahu-ala-semarang
Halusnya kembang tahu dan kuah jahe menjadi sebuah perpaduan yang khas. Manis dan hangat merasuk jadi satu. Enggak jarang juga yang bilang rasanya mirip tahu putih mentah. Apalagi sekarang musim hujan, wedang tahu bisa menjadi pilihan untuk mengusir dingin.
source: http://hellosemarang.com/mereguk-kehangatan-wedang-tahu-pak-amad-semarang/
Wedang Tahu konon berasal dari negeri Tiongkok yang dibawa ke Indonesia pada akhir abad ke-19, oleh seorang imigran dari negeri tersebut sehingga menjadi minuman khas Semarang.
source: http://id.wikipedia.org/wiki/Wedang_tahu

12. Wedang Cemol

Masih dari kawasan Jawa Tengah, wedang cemol menjadi salah satu hidangan di malam hari yang memberikan sensasi hangat. Memang menyerupai wedang ronde dan sekoteng, namun bahan lain yang menyertainya adalah daun jeruk, sereh, dan potongan kelapa muda.
source: http://blontankpoer.my.id/2008/02/20/wedang-cemol/
Dalam jajaran minuman khas Jawa, wedang yang berupa minuman panas ini punya banyak versi. Salah satunya yang terkenal adalah wedang ronde. Namun di daerah Solo, ada pula minuman khas yang disebut wedang cemol. Meskipun wedang cemol sebagai minuman yang menyehatkan sekaligus pengusir dingin ini memang tak sepopuler wedang rondhe, bajigur, atau sekoteng.
source: http://food.detik.com/read/2009/12/14/175552/1259970/482/slurpp-wedang-cemol-si-pengusir-dingin