Pilihan Warna Di Tahun 1800-an

Di masa sekarang, seluruh masyarakat sudah memiliki satu pandangan yang sama mengenai pilihan warna untuk gender laki-laki dan perempuan. Pilihan warna biru identik dengan pria, sedangkan pink dengan perempuan. Namun, tahukah kamu bahwa pada tahun 1800-an, peraturan seperti itu sama sekali tidak ada di kalangan masyarakat. Di masa itu, bayi laki-laki dan perempuan memiliki pilihan outfit yang sama, yaitu baju putih dengan renda. 
 

source: https://www.pinterest.es/


Seperti inilah gambaran pakaian anak pada masa itu. Kira-kira kamu bisa menebak tidak siapa dalam foto di atas? Ia adalah foto dari Franklin Roosevelt pada tahun 1884. Wow!
 


Majalah Earnshaw’s Infant Department

Setelah itu, di tahun 1918 ada sebuah majalah bernama Earnshaw’s Infant Department yang memuat artikel dengan isi yang mulai mengelompokkan pilihan penggunaan warna menurut gender untuk anak. Namun, majalah itu sebenarnya menyarankan agar perempuan memakai warna biru sedangkan laki-laki menggunakan warna pink. Menurut mereka pada masa itu, warna biru merupakan warna yang lebih lembut sedangkan pink atau merah muda membawa karakter dan aura keberanian dan kekuatan.
 

source: https://issuu.com/


 

baca juga


Mamie Eisenhower

Kemudian, pasca-perang dunia kedua ketika Dwight Eisenhower menjabat sebagai presiden Amerika Serikat untuk periode tahun 1953-1961, Mamie Eisenhower memangku jabatan sebagai ibu negara. Kala itu, Mamie selalu tampil dalam beragam acara dengan balutan pakaian berwarna merah muda atau pink. Kenyataannya di waktu itu, mayoritas wanita tidak menggunakan gaun atau pakaian dengan warna pink. Itulah yang membuat pink mulai dianggap sebagai warna yang merepresentasikan wanita yang menawan dan elegan. Namun, saat itu pink belum menjadi simbol warna perempuan. 
 

source: https://www.apartmenttherapy.com/


 


Film Funny Face

Nah, barulah pada tahun 1957, sebuah film berjudul Funny Face dengan bintang dunia oleh Audrey Hepburn yang memerankan Jo Stockton dirilis dengan memperlihatkan poster dengan dominasi warna pink. Bahkan, soundtrack yang digunakan dalam film tersebut berjudul Think Pink!”. Lirik yang cukup terkenal dan populer dari lagu tersebut adalah “What a woman oughtta think, but tell her if she’s gotta think: think pink!”. Sejak saat itulah, warna pink mulai menjadi identitas untuk kaum perempuan.
 

source: https://myjourneywithaudreyhepburn.wordpress.com/


 

baca juga


Fakta Seputar Identifikasi Gender Pada Warna Pink dan Biru

Setelah mengetahui latar sejarah mengapa warna pink diidentikkan dengan perempuan dan biru dengan laki-laki, berikut ini adalah fakta-fakta yang harus kamu tahu seputar identifikasi gender pada warna pink dan biru :

  1. Bayi saat dilahirkan tidak memiliki kecenderungan warna berdasarkan jenis kelaminnya. Namun, orang tua mereka yang memberikan paparan warna tertentu yang membuatnya lebih dekat dengan warna-warna itu.
  2. Anak yang sejak kecil diberikan kecenderungan warna akan tumbuh dengan warna tersebut. Dengan kata lain pilihan warna yang terjadi saat pria dan wanita sudah dewasa merupakan hasil pembiasaan saat kecil.
  3. Pembiasaan ini sangat mempengaruhi seseorang dalam memilih barang sepanjang hidupnya. 
  4. Fenomena ini banyak dimanfaatkan oleh beragam sektor bisnis untuk mengelompokkan konsumen dengan lebih mudah.
source: http://www.redbrick.me/


Itulah beragam hal seputar sejarah dan fakta dari fenomena identifikasi warna berdasarkan gender. Jadi, apakah pandanganmu tentang warna pink dan biru akan berubah?