Salah satu hiburan di waktu senggang yang paling diminati masyarakat Indonesia adalah menonton film. Dunia film Indonesia sendiri juga semakin hari semakin maju dan semakin banyak muncul rekomendasi film Indonesia yang layak bahkan wajib untuk ditonton. Jalan cerita yang menarik dan kemampuan akting para pemerannya tentu menjadi daya tarik tersendiri dari sebuah film.

Sayangnya, ada saja film Indonesia yang masih menuai kontroversi. Dari mulai jalan cerita yang kurang menarik, pemilihan pemain yang kurang tepat, ataupun hasil yang terlalu diluar ekspektasi membuat beberapa film ini menerima banyak protes. Bentuk protes dari masyarakat juga berbeda-beda, ada yang meminta film tersebut diganti judul, ada yang meminta untuk dihentikan penayangannya, dan bahkan ada yang memprotes sebelum film tersebut tayang. Berikut adalah 7 film Indonesia yang banyak diprotes!

1. Soekarno


Film yang berkisah tentang kehidupan Presiden pertama Indonesia ini menjadi film yang penuh dengan kontroversi. Film karya Hanung Bramantyo ini mendapatkan protes dari anak Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri, karena berbagai alasan, salah satunya adalah pemilihan aktor Ario Bayu yang dianggap kurang tepat. Ario Bayu dianggap tidak terlalu mengenal sosok Soekarno karena lama tinggal di luar negeri. Selain itu, ada juga pihak lain yang memprotes karena beberapa penggambaran tokoh dan kejadian dirasa tidak sesuai dan melenceng dari sejarah.

source: https://cinemapoetica.com/


 

baca juga

2. Ayat-ayat Cinta 2


Film yang merupakan sekuel dari Ayat-ayat Cinta yang diangkat dari novel ini juga menuai banyak protes. Kontroversi pertama adalah ketika baru mengumumkan pemeran-pemeran wanita yang akan mendampingin Fedi Nuril dalam film tersebut. Banyak yang beranggapan bahwa dalam acara tersebut terdapat unsur penghinaan terhadap cadar. Setelah film ini tayang, dari segi jumlah penonton film ini bisa dikategorikan sukses. Namun banyak sekali orang yang menangkap kejanggalan dalam film yang membuat cerita dalam film ini terkesan kurang realistis. Terdapat juga beberapa bagian cerita yang tidak sesuai dengan yang ada di buku dan justru membuat kejanggalan semakin terlihat.

source: https://amiratthemovies.com/


 

3. Naura & Genk Juara


Film Indonesia untuk anak-anak memang bisa dikatakan masih jarang. Film musikal anak-anak berjudul Naura & Genk Juara ini malah justru menuai banyak protes terutama di social media. Penampilan dan kalimat-kalimat yang diucapkan tokoh antagonis dalam film ini seolah menggambarkan bahwa tokoh penjahat tersebut adalah seorang muslim. Akhirnya film ini dianggap mediskreditkan islam. Bahkan terdapat petisi online yang meminta film ini dihetikan penayangannya. Namun petisi tersebut hanya berhasil mendapatkan 47.000 tanda tangan dari target 50.000 tanda tangan.

source: http://www.21cineplex.com/


 

baca juga

4. 5 cm


Film yang diangkat dari novel berjudul sama ini bisa dikatakan cukup sukses. Selain dibintangi oleh artis-artis terkenal. Cerita dalam film ini juga dianggap suskses bikin penonton baper. Sayangnya film yang bercerita tentang 5 sahabat melakukan pendakian Gunung Semeru ini juga menerima banyak protes, terutama oleh para penggiat alam.

Film ini dianggap tidak menggambarkan proses pendakian Gunung Semeru dengan realistis. Selain itu banyak juga yang beranggapan bahwa film ini membuat banyak orang penasaran untuk mendaki gunung namun tidak disertai dengan pengetahuan yang cukup sehingga justru merugikan alam.

source: http://kakakpintar.com/


 

5. Tanda Tanya (?)


Film yang satu ini bercerita tentang toleransi agama. Memang isu tentang agama merupakan isu yang cukup sensitif di negara ini. Tema pluralisme agama yang terjadi di Indonesia dianggap dapat menyesatkan. Selain itu, film ini dianggap kurang melakukan riset lebih jauh untuk menggambarkan tokoh-tokoh yang ada dalam film tersebut.

source: http://www.ngobrolinfilm.com/


 

6. The Secret - Suster Ngesot Urban Legend


Film yang dibuat oleh Raffi Ahmad ini mengangkat cerita tentang suster ngesot, sebuah kisah urban legend Jakarta. Film ini rencana akan rilis pada 26 April 2018. Tapi belum sempat tayang, film ini sudah mulai mendapatkan banyak kritik. Salah satu kritiknya adalah film ini dianggap melencehkan profesi perawat. 

source: https://www.bioskoptoday.com/


 

7. Benyamin Biang Kerok


Siapa sih yang tidak mengenal sosok Benyamin Sueb? Tahun 2018 ini muncul film Benyamin Biang Kerok yang diperankan oleh Reza Rahadian. Jauh sebelum rilis, film ini sudah masuk deretan rekomendasi film wajib tonton di tahun 2018. Film yang digadang-gadang menjadi salah satu film terbaik Indonesia ini justru menuai banyak protes terutama dari Komunitas Betawi. Film ini dianggap menggambarkan tokoh Benyamin dengan tidak sesuai, beberapa detail dalam film juga dianggap melanggar syarat yang diberikan oleh keluarga Benyamin Sueb.

source: https://id.bookmyshow.com/

Meskipun mendapatkan banyak protes, tapi tentunya beberapa film di atas juga tetap menjadi film terbaik Indonesia di mata sebagian penonton. Karena pada dasarnya film yang baik adalah film yang bisa kamu ambil pelajarannya. Setuju, enggak?