1. Prosesi Pedang Pora

Pedang Pora sendiri berasal dari kata Pedang Pura atau Gapura Pedang yang merupakan tradisi pernikahan bagi perwira militer. Prosesi tersebut dilaksanakan dalam rangka melepas masa lajang perwira yang diiringi dengan rangkaian pedang berbentuk gapura. Prosesi pedang pora adalah sebuah penghormatan bagi perwira yang akan memulai bahtera rumah tangga. Tradisi ini adalah tradisi turun-temurun dalam dunia militer. Namun, bukan sebatas tradisi saja. Prosesi pedang pora ternyata bertujuan untuk memperkenalkan dunia militer kepada mempelai wanita. 

source: https://www.hipwee.com

Angkatan bersenjata yang menjadi pengiring dan merangkai pedang-pedang tersebut biasanya adalah rekan-rekan atau adik tingkat dari mempelai pria yang notabenenya adalah seorang perwira.Di samping itu, pedang pora hanya akan dilaksanakan pada prosesi pernikahan perwira pria saja. Prosesi ini nggak akan kalian temukan dalam pernikahan perwira wanita kecuali jika menikah dengan perwira laki-laki. 

 

2. Harus Selalu Siap Ditinggal


Menjalani pernikahan memang tidak mudah. Terlebih jika kamu menikah dengan seorang pria angkatan. Tugas utamanya adalah mengabdi pada negara. Jadi, jika sewaktu-waktu suami dipanggil tugas, sang istri harus siap ditinggal. Tak mengenal kapan, dimana, dan apa yang sedang dilakukan, panggilan tugas akan siap memanggil.
source: https://image-server.hipwee.com/wp-content/uploads/2017/02/hipwee-priaberseragam3.jpg?x99445


 

baca juga

3. Berpindah-pindah Tempat Tinggal

Sebagai seorang abdi negara, seorang pria angkatan juga harus selalu siap dipindah-tugas. Sebagai istri, kamu juga harus siap menerima konsekuensi, dengan mengikuti saat suami dipindah tugas. Hal ini membuatmu lebih sering berpindah tempat tinggal. Belum lagi jika tempat tinggalmu adalah daerah pelosok, terpencil, bahkan perbatasan. Sudah barang tentu hal tersebut bukan hal mudah buatmu karena kamu harus beradaptasi dengan budaya, bahasa, dan lingkungan setempat yang berbeda jauh dengan lingkungan di kota asalmu. 

source: https://www.hipwee.com


 

4. Ikhlas Saat Suami Ditugaskan ke Luar Negeri


Kehidupan pernikahan dengan seorang pria angkatan akan bertambah sulit saat suamimu harus terlibat dalam pasukan perdamaian. Dengan begitu, suamimu harus meninggalkanmu ke luar negeri. Hal ini nggak semudah berpindah tempat ke daerah lain, misalnya. Saat menjadi pasukan perdamaian, seorang pria angkatan ngga diijinkan membawa keluarga mereka karena ini adalah misi yang cukup berbahaya. Kamu harus ikhlas dan siap menerima hal terburuk sekalipun. 
source: https://www.brilio.net