Saat ini, sudah banyak sekali alternatif perawatan wajah yang bisa dilakukan untuk mempercantik diri tanpa operasi. Beberapa di antaranya yang populer yaitu tanam benang dan suntik filler. Walaupun bukan merupakan operasi plastik, tetapi kedua metode perawatan wajah ini memiliki hasil yang cukup signifikan pada kulit lho! Yuk ketahui lebih lanjut mengenai tanam benang dan suntik filler.


Tanam Benang: Cara dan Kegunaan


Sesuai dengan namanya, prosedur ini dilakukan dengan cara memasukkan benang ke bawah permukaan kulit. Benang yang ditanam di kulit ini bertujuan untuk mengencangkan kulit dan jaringan lunak di wajah. Kulit yang lebih kencang ini akan berefek pada berkurangnya keriput dan membuat wajah tampak lebih muda.

source: http://www.alodokter.com


Kelebihan dan Risiko Tanam Benang


Tanam benang (thread lift) merupakan prosedur yang cenderung lebih murah dibandingkan face lift dan operasi plastik. Selain itu, prosedurnya relatif cepat dan tanpa rasa sakit. Masih ada beberapa risiko komplikasi yang mungkin terjadi, seperti infeksi, nyeri di bagian ujung benang, benang putus, benang bergeser, benjolan pada kulit, dan akumulasi darah.

Di sisi lain, prosedur ini ternyata hanya memberikan efek sementara, yaitu sekitar satu hingga dua tahun saja. Setelah itu, penanaman benang baru diperlukan untuk menjaga kondisi kulit agar tetap kencang dan maksimal.

Banyak dokter ahli bedah plastik di Amerika masih mempertanyakan dan mengkritik efektivitas dan keamanan prosedur ini, karena tanam benang bukan merupakan bagian dari prosedur bedah plastik dan dianggap belum memiliki penelitian yang cukup.

source: https://procerusskincare.com
baca juga


Suntik Filler: Cara dan Kegunaan


Suntik filler memiliki manfaat untuk menyamarkan tanda-tanda penuaan seperti garis halus (keriput), maupun bekas luka. Filler juga bisa digunakan untuk membuat bibir terlihat lebih penuh dan tebal. Prosedur ini dilakukan dengan menyuntikkan bahan filler ke bawah permukaan kulit. Beberapa bahan yang umum digunakan sebagai filler yaitu asam hialunorat, kolagen bovine, lemak autologus, polimer buatan biodegradable, hidroksiapatit kalsium, kolagen bovine dan manik plastik miksroskopik (artefill). Keenam bahan ini memiliki kelebihannya dan waktu ketahanannya masing-masing.

source: https://hellosehat.com


Kelebihan dan Risiko Filler


Prosedur suntik filler bisa memberikan hasil yang instan dan langsung terlihat. Filler juga memakan waktu yang singkat, dan cenderung lebih terjangkau dibandingkan biaya operasi plastik.

Seperti prosedur medis pada umumnya, suntik filler juga memiliki berbagai risiko, seperti kulit kemerahan dan bengkak, muncul reaksi alergi, muncul benjolan, nyeri, hingga efek Tyndall (warna kulit menjadi kebiruan). Untuk meminimalisir berbagai risiko dari prosedur perawatan kulit ini, pastikan kamu melakukannya dengan bantuan dokter yang ahli di bidangnya.