Tentang Produk
St Ives Apricot Scrub adalah face scrub yang tugasnya mengeksfoliasi sel kulit mati, mengubah kulit kusam jadi lembut dan nampak lebih cerah. Produk ini memanfaatkan walnut shell powder atau kulit kacang walnut sebagai scrub dipadukan dengan apricot fruit extract. Menurut St Ives, produk ini memberi deep and high exfoliation factor. Kandungan bubuk kulit kacang walnut sudah diproses untuk menghasilkan butiran yang lebih halus, namun tetap ampuh.
 

source: https://www.allure.com



Tekstur
Dikemas dalam tube plastik yang praktis, St Ives Apricot Scrub bertekstur seperti cream putih dengan partikel-partikel scrub warna cokelat. Tuangkan sedikit ke tangan, lalu gosok dengan gerakan memutar pada kulit wajah yang sudah dibersihkan dari makeup. Bilas, kemudian lanjutkan dengan face wash.

source: https://www.theatlantic.com
baca juga



Performa
Setelah selesai menggunakan St Ives Apricot Scrub, hampir semua pengguna merasa produk ini sukses bikin kulit jadi lembut, dan bebas dry patches. Lalu, di mana letak kontroversinya?
 
Menurut ahli dermatologi asal Amerika Serikat, Dr. Neal Schultz, ada empat faktor yang berpengaruh dalam pemakaian face scrub, yaitu 1) lamanya pemakaian, 2) seringnya pemakaian, 3) tekanan yang digunakan, dan 4) kasarnya butiran scrub. Tiga faktor pertama akan berbeda-beda untuk setiap orang, namun pada dasarnya, scrub yang digunakan dalam St Ives Apricot Scrub terlalu kasar.
 



Butiran scrub alami seperti gula atau kopi memiliki permukaan yang tidak rata, sehingga memungkinkan micro-tears pada kulit, tanpa kita sadari. Kalau gula dan kopi masih bisa larut dan jadi empuk saat kena air, namun ketahuilah bahwa secara alamiah, kulit kacang walnut punya tekstur yang keras untuk melindungi kacang walnut yang empuk. Untuk membukanya, kamu perlu menggunakan palu!
 

source: http://www.asonomagarden.com
baca juga

Meskipun sudah digiling, namun permukaannya tetap tidak rata. Menurut ahli dermatologi, Joshua Zeichner M.D., semakin kecil partikel scrub, justru semakin besar daya eksfoliasinya. Ingat bagaimana kertas amplas yang halus sekalipun dapat menghaluskan permukaan kayu?

Meski kita tidak merasakan dampak negatif secara langsung, namun pemakaian yang terlalu intensif, terutama pada kulit sensitif dan berjerawat, dapat menimbulkan masalah iritasi di kemudian hari. Pada akhir tahun 2016, dua pengguna St Ives Apricot Scrub menuntut Unilever atas false advertising, karena St Ives Apricot Scrub malah memperburuk kondisi kulit.
 

source: https://www.bustle.com


Kesimpulannya, dengarkan kebutuhan kulitmu. Kalau kulitmu cenderung normal, kamu dapat memanfaatkan St Ives Apricot Scrub sebagai exfoliator, asal jangan berlebihan. Namun kalau kulitmu kering, sensitif dan berjerawat, sebaiknya cari exfoliator yang lebih gentle, ya!