Mesir Kuno


Siapa lagi tokoh sejarah yang paling tepat untuk menggambarkan trend makeup di jaman Mesir Kuno, kalau bukan Cleopatra? Boleh dibilang, bangsa Mesir Kuno adalah pionir gaya smoky eyes. Baik laki-laki maupun perempuan gemar menggunakan kohl, sejenis eyeliner yang terbuat dari mineral galena atau disebut juga galenit. Konon, riasan mata yang rumit dan bold itu dapat menghalau roh jahat dan penyakit. Maklum, kohl yang mereka pakai mengandung timbal, bahan yang punya manfaat anti bakterial, namun ternyata berbahaya untuk tubuh.
 
source: http://www.bbc.com



Yunani Kuno


Berbeda dengan trend makeup di Mesir Kuno yang bold, trend makeup yang digemari pada masa Yunani Kuno justru sangat sederhana, layaknya no-makeup makeup look. Untuk mendapatkan kulit yang putih dan flawless, mereka kerap menggunakan krim wajah yang mengandung timbal atau kapur untuk memutihkan wajah.

Unibrow atau alis yang terhubung jadi panutan. Menurut Lisa Eldridge, berbondong-bondong menggambar alis di tengah dahi. Biar tetap natural, kaum perempuan Yunani Kuno menggunakan buah-buahan untuk mewarnai pipi dan bibir.
 
source: https://www.buzzfeed.com
baca juga



Venesia


Melihat trend makeup di Venesia, membuktikan kalau makeup sudah jadi media eksperimen bagi banyak orang. Riasan mereka cenderung heboh dan glamor. Uniknya, mereka hobi menempelkan face patch, yaitu hiasan yang terbuat dari kertas, kain taffeta, atau kulit. Bentuknya beragam, dari bulan sabit, hingga bintang dan burung.

Selain untuk merias, face patch digunakan untuk menyembunyikan masalah kulit seperti jerawat atau bekas cacar air. Sayang, mereka masih menggunakan Venetian Ceruse yang mengandung timbal sebagai foundation.
 

source: https://www.buzzfeed.com


1920-an
Di awal dekade 20-an, industri perfilman mulai berkembang. Saat ini, jenis film yang tersedia adalah silent movie, di mana kamu menonton film hitam-putih tanpa suara. Karena tak ada suaranya, maka akting dan ekspresi para aktris harus terlihat jelas agar dapat menyampaikan kisah dengan baik. Tokoh yang menjadi ikon adalah aktris Clara Bow, yang memiliki alis super tipis, berwarna hitam dan panjang. Riasan mata cenderung gelap dan dramatis.
 
source: http://www.whosdatedwho.com
baca juga



1940-an


Di tahun 1940-an, Perang Dunia II sedang berlangsung. Kalau kamu mengira suasana perang yang mencekam membuat industri kosmetik jadi terbengkalai, maka kamu keliru. Pemerintah Amerika Serikat dan Inggris justru menganjurkan penggunaan lipstik berwarna merah cerah, bagi para perempuan dalam militer, pekerja, maupun ibu rumah tangga. Menurut mereka, lipstik merah menggambarkan semangat yang kuat, agar bangsa mereka tak patah arang di masa perang.
 

source: http://notjustbrides.blogspot.co.id