Lima hingga sepuluh tahun yang lalu, demam skincare belum merajalela. Banyak yang masih malas double cleansing, memakai serum maupun sunscreen. Untuk masalah-masalah kulit seperti jerawat, flek hitam dan keriput, mereka cenderung mencari solusi ke dermatolog alias dokter kulit.
 
Namun akhir-akhir ini, skincare berubah menjadi ritual self-care yang wajib dilakukan. Alih-alih bergantung pada dokter kulit, banyak perempuan mulai aktif mencari tahu tentang skincare yang pas dengan kebutuhan kulit mereka. Tak jarang, mereka jadi ahli membaca daftar komposisi di kemasan skincare, dan hafal manfaat bahan-bahan aktif yang terkandung! Pilihan mereka jatuh pada skincare over-the-counter, yang dapat dibeli di counter maupun skincare drugstore secara bebas.

Sebelum menentukan pilihan, ada empat poin yang perlu kamu pertimbangkan.
 

source: http://www.advanced-dermatology.com.au


 
Kebutuhan Kulit


Berbicara tentang dermatolog, mereka adalah orang-orang yang telah menempuh pendidikan dermatologi dan mempunyai keahlian di bidang tersebut. Dengan kata lain, saat pergi ke dokter kulit, maka kamu akan ditangani oleh seorang profesional yang ahli dalam bidangnya. Tanpa perlu diragukan lagi, mereka punya pengetahuan tentang kulit manusia, sehingga mampu membuat diagnosis serta menyarankan perawatan yang sesuai.
 
Sementara itu, memakai skincare over-the-counter akan jadi permainan tebak-menebak. Semuanya harus melalui trial and error. Bisa jadi, kamu harus mencoba beberapa produk terlebih dahulu, sebelum akhirnya menemukan produk yang tepat.
 
Ada beberapa masalah kulit yang sifatnya kronis, seperti jerawat nanah, jerawat batu membandel, hingga eksim. Untuk hal-hal seperti ini, sebaiknya kamu percayakan penanganan pada dokter kulit.
 

source: http://sirhealth.com
baca juga



Waktu Yang Diperlukan


Sudah bukan rahasia kalau penanganan di dokter kulit akan memakan waktu yang relatif lebih singkat ketimbang menggunakan skincare over-the-counter. Pasalnya, dokter kulit dapat menggunakan bahan-bahan aktif dalam konsentrasi yang lebih tinggi, seperti menggunakan AHA dan BHA untuk chemical peeling, memberikan obat minum, atau menggunakan alat-alat seperti microneedling dan laser. Hasilnya pun akan terlihat lebih cepat.
 
Sementara itu, bahan aktif yang boleh terkandung dalam skincare over-the-counter sangatlah terbatas, untuk mencegah penyalahgunaan. Maka dari itu, melakukan perawatan sendiri dengan skincare over-the-counter dapat memakan waktu yang lebih lama.
 

source: http://www.imperfectionsbeauty.com



Biaya


Biaya yang harus dikeluarkan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit, melakukan perawatan dan membeli produk-produk perawatan kulit tidak bisa dibilang murah. Tak jarang, nominalnya mencapai jutaan rupiah. Hal ini sangat berbeda dengan skincare over-the-counter, apalagi jika kamu memilih skincare drugstore yang harganya lebih terjangkau.
 

source: https://fairygodboss.com
baca juga



Bosan


Mix and match adalah satu daya tarik tersendiri dari skincare. Alih-alih terpaku dengan satu rangkaian saja dari dokter kulit yang cenderung standar, kamu bebas bereksperimen dengan skincare over-the-counter maupun skincare drugstore. Jenis skincare over-the-counter banyak memanfaatkan bahan-bahan yang unik dan menjanjikan, seperti misalnya ekstrak ginseng atau rosehip oil. Ditambah lagi, skincare over-the-counter kerap tampil dalam kemasan yang elegan dan menarik.
 

source: http://www.icovetthee.com



Kesimpulannya? Saat berhadapan dengan masalah-masalah kulit yang kronis dan serius seperti jerawat batu atau eksim, sebaiknya kamu mempercayakan penanganannya pada dokter kulit profesional. Namun untuk hal-hal yang sifatnya mendasar dan suplementer seperti pembersih wajah, toner dan pelembab, skincare over-the-counter dapat menjadi pilihan yang menyenangkan. Kalau kamu sedang menjalani perawatan, ingat untuk selalu mengkonsultasikan produk yang kamu pakai dengan dokter kulit, ya.