Berikan Pujian

Buatlah daftar jenis bacaan yang disukai anak. Biarkan anak membaca buku apa yang mereka inginkan. Memberikan reinforcement positif pada anak akan membuat anak lebih percaya diri pada apa yang akan dilakukan berikutnya. Berikan pujian pada anak setelah ia selesai membaca buku yang mereka sukai. Cobalah untuk mengatakan, "Adek hebat, sudah selesai membaca buku."
source: http://www.njfamily.com/NJ-Family/March-2012/How-Much-Praise-is-Too-Much-Praise/
Reinforcement positif adalah alat yang sangat kuat dan efektif untuk membantu membentuk dan mengubah perilaku. Positif reinforcement bekerja dengan menghadirkan wujud motivasi untuk orang setelah memamerkan perilaku yang diinginkan, membuat perilaku lebih mungkin terjadi di masa depan.
source: http://nspt4kids.com/parenting/the-difference-between-positive-and-negative-reinforcement/

Membuat Buku Lebih Mudah Dijangkau

Salah satu penyebab pelajaran membaca menjadi tertunda bagi anak adalah adanya televisi. Anak sangat menyukai gambar-gambar bergerak diikuti suara yang tampil di televisi sehingga menjauhkan anak dari keinginan untuk membaca. Pastikan bahwa remot televisi diletakkan jauh dari jangkauan anak-anak. Letakkan buku atau majalah anak di tempat yang mudah dijangkau sehingga anak akan mudah teralihkan perhatiannya pada buku yang menarik perhatiannya.
source: http://homemydesign.com/2013/best-collection-of-modern-bookshelf-ideas-2013/kids-cave-bookshelf-ideas-2013/
Usahakan miliki sebuah rak buku di kamar si kecil. Hal ini sangat penting untuk menunjang minat bacanya. Ingat, susun bukunya semenarik mungkin atau sesuai keinginan si kecil.
source: http://www.infoibudananak.com/blog/read/cara-meningkatkan-kebiasaan-baca-si-kecil.html

Jadilah Role Model Bagi Anak

Anak sehari-hari menghabiskan waktunya bersama orang tua di rumah dan mereka melihat apa saja yang orang tua mereka lakukan kemudian meniru dari perilaku hingga ucapan. Oleh sebab itu, penting bagi orang tua untuk menjadi pembaca yang baik agar anak mampu meniru perilaku pembaca yang baik dengan mudah.
source: http://blogs.adobe.com/digitalmarketing/tag/engagement/
Banyak orang tua yang memiliki harapan tinggi terhadap anaknya, namun perilaku yang diharapkanya belum dilakukannya. Misalnya, berharap anaknya senang membaca, tetapi orangtua sendiri tidak suka membaca. Menyuruh anaknya sholat berjamaah, padahal dirinya sendiri sering meninggalkanya. Tentu cara ini tidak akan efektif. Contoh yang baik, akan lebih melekat pada anak bila diiringi dengan penjelasan. Apa manfaatnya senang membaca buku, apa keuntungannya berjamaah di masjid dan sebagainya.
source: http://www.psikologizone.com/perilaku-orangtua-model-utama-bagi-anak/06511108

Kenalkan Anak pada Toko Buku atau Perpustakaan

Bawalah anak ke pusat buku, baik di toko buku atau di perpustakaan. Tentu jika ingin yang bebas biaya ajaklah ke perpustakaan. Tanyakan pada petugas, lokasi rak buku dan majalah anak-anak dan biarkan anak memilih bacaan yang ia sukai.
source: http://seattlebedbug.info/commercial-bed-bug/
Dengan mengunjungi perpustakaan, si Kecil akan memahami bahwa tempat yang ia kunjungi adalah tempat untuk membaca buku. Ia akan menjumpai banyak pengunjung yang membaca buku. Hal ini dapat mendorongnya melakukan hal yang sama yaitu membaca buku.
source: http://www.ibudanmama.com/pola-asuh/ajak-anak-ke-perpustakaan-yuk/

Bacakan untuk Anak

Tidak masalah jika Minasan tidak memiliki kemampuan story telling. Ada banyak bacaan yang bisa digunakan sebagai alat untuk membacakan sesuatu pada anak. Mintalah anak memilih bacaan dan bacakanlah apa yang ingin mereka dengar. Kebiasaan bercerita juga mampu menarik minat anak untuk mencari tahu lebih dalam tentang apa yang mereka dengar dengan memanfaatkan buku bacaan.
source: http://www.emotionaldevelopment.org/
Membacakan anak cerita sebelum tidur sebenarnya adalah ritual yang cukup penting. Kegiatan tersebut bukan hanya bisa membuat anak terbiasa untuk tidur pada waktunya, tapi juga dapat menstimulasi anak agar gemar membaca sepanjang hidupnya.
source: http://wolipop.detik.com/read/2011/02/08/113631/1562389/857/48-orangtua-tak-sempat-bacakan-cerita-untuk-anak

Mengulang Cerita yang Sama

Melakukan pengulangan adalah metode belajar klasik yang efektif untuk anak-anak. Mintalah anak menceritakan kembali apa yang telah dibaca dengan cara mereka. Bahkan jika cerita selanjutnya adalah cerita yang sama, biarkan mereka mengulanginya.
source: http://www.emotionaldevelopment.org/
Penelitian yang dilakukan seorang psikolog Dr. Jessica Horst dan timnya terhadap anak-anak berusia tiga tahun, menunjukkan bahwa anak yang diberikan cerita yang sama berulang-ulang, mampu menyimpan kosakata kata baru dalam memorinya dibandingkan dengan anak yang mendapatkan cerita yang berbeda.
Selama seminggu, satu kelompok mendengar tiga cerita yang berbeda dengan kata-kata baru yang sama. Kelompok lain mendengar hanya salah satu cerita dengan kata-kata baru yang sama. Setiap buku berisi gambar objek baru. Saat diuji setelah seminggu, mereka yang telah mendengar satu cerita jauh lebih baik memanggil ulang dan mengingat kata-kata baru daripada mereka yang telah terkena tiga cerita yang berbeda.
source: http://www.dailymail.co.uk/news/article-1359044/The-old-story-How-children-repeat-reading-book-increase-vocabulary.html
Alasan anak-anak suka membaca cerita yang sama berulang-ulang lagi dan lagi adalah bahwa mereka begitu haus untuk belajar. Anda akan segera menemukan bahwa anak Anda telah hafal di bagian favoritnya dan bersemangat untuk memasok kosakata sendiri.
source: http://www.babycentre.co.uk/a556986/helping-your-child-to-love-reading