Korset

Masih ingat adegan film Titanic saat Rose diikatkan tali korsetnya oleh sang ibu? Ya, ikatan yang sangat kencang dan ketat itu ternyata memiliki kekhasan dan tujuan tersendiri bagi para wanita zaman dulu. Korset ini pada awalnya merupakan salah satu pakaian yang memiliki kaitan erat dengan nilai budaya dari orang-orang Inggris.

Pada zaman Victoria, korset merupakan sebuah simbol kehormatan yang dikenakan oleh para wanita. Bagi mereka, wanita yang dalam hidupnya tidak merasakan kencang dan ketatnya ikatan korset adalah wanita yang berjiwa lemah dan tidak kuat secara fisik dan mental.

 

source: http://www.thelingerieaddict.com/


Padahal, pada kenyataannya fashion item ini sangatlah berbahaya dan mengancam kesehatan para pemakainya. Korset yang dipakai terlalu ketat ternyata dapat mengganggu organ pencernaan, menyebabkan konstipasi, membuat seseorang mudah pingsan karena aliran oksigen yang tidak lancar, bahkan dapat mengakibatkan pendarahan dalam tubuh. Selain itu, korset yang ketat juga dapat mengakibatkan perubahan posisi organ dan merusak bentuk dan struktur tulang rusuk. 

 

Sepatu Kecil di China

Salah satu tolak ukur kecantikan seorang wanita di China dapat dilihat dari ukuran kakinya. Kaki yang kecil dan mungil adalah salah satu ciri wanita cantik. Budaya ini muncul dari para penari kerajaan yang selalu tampil cantik dengan kaki yang dibalut dengan sutra saat menunjukan tarian kaisar yang populer dilakukan pada abad ke-10.

Hal ini pun menjadi salah satu tradisi beberapa wanita di China yang mengecilkan kaki dengan melipat kaki dengan kain. Padahal, kaki yang dilipat menyebabkan pertumbuhan yang tidak sempurna. Tidak jarang pula yang sampai mengamputasi jari-jari kaki untuk mengecilkan ukuran kaki.
 

source: http://www.toptenz.net/


 

baca juga

Kerah Bongkar Pasang

Pada abad ke-19, tren fashion diramaikan dengan keberadaan kerah bongkar pasang untuk digunakan oleh para laki-laki saat menggunakan jas. Keberadaan kerah ini dapat membuat mereka tidak lagi perlu menggunakan kemeja karena saat menggunakan jas, hanya bagian kerah saja yang akan terlihat. Akan tetapi, ternyata inovasi fashion ini membawa bencana hingga dijuluki ‘father killer’ karena bentuknya yang terlalu ketat dan mencekik leher penggunanya.

 

source: http://www.isigood.com/


 

Crinoline

Kamu pasti dapat membayangkan gaun-gaun mengembang yang digunakan oleh para wanita Eropa zaman dulu. Ya, semua itu dapat menjadi begitu indah disebabkan penggunaan crinoline yang merupakan struktur atau kerangka dalaman gaun untuk menyangga dan mengembangkan gaun. 

 

source: https://commons.wikimedia.org/


Pada dasarnya, penggunaan crinoline tidak mengakibatkan masalah kesehatan. Tapi, di sisi lain, material crinoline yang sangat mudah terbakar membuat tren fashion ini mengancam jiwa para pamakainya. Di tahun 1861, berita duka datang dari Henry Wadsworth Longfellow yang kesulitan memadamkan api yang pada tubuh siang istri akibat gaun yang dikenakan terbakar. Gaun tersebut dikabarkan terbakar akibat tergesek dan mengakibatkan bahan memanas dan terbakar. 
​​​​​​​