Mesir Kuno
Seperti yang ditampilkan oleh patung Ratu Nefertiti, para perempuan di Mesir Kuno membuat alis yang melengkung dan berwarna gelap. Karena jaman itu belum ada pensil alis, mereka memanfaatkan mineral berwarna gelap untuk mewarnai alis.
source: http://stylecaster.com



Yunani Kuno dan Romawi Kuno

Sebagai lambang kesucian, para perempuan membiarkan alis mereka sebagaimana adanya, atau diwarnai sedikit dengan pewarna hitam. Uniknya, bentuk alis yang nyambung di bagian jidat dianggap cantik, dan menjadi simbol perempuan yang pandai dan populer. Kalau alismu nggak nyambung, gambar saja dengan pewarna hitam!

source: http://www.beautyblitz.com
baca juga



Abad Pertengahan

Dahi dianggap sebagai bagian wajah yang menarik pada masa ini. Oleh karena itu, para perempuan di Abad Pertengahan sibuk mencukur habis alis mereka. Warna rambut pirang muda Ratu Elizabeth menjadi panutan, menginspirasi banyak perempuan untuk mengecat alis mereka dengan warna pirang muda. Pokoknya, jangan sampai alis menutupi dahi, deh!

source: http://www.beautyblitz.com



Tahun 1920an

Cara make up alis dari aktris Clara Bow jadi panutan: sebuah garis tipis, lurus, hingga melewati ujung luar mata. Untuk meniru gaya ini, mereka perlu mencabuti alis terlebih dahulu secara ekstrim.

source: http://www.instyle.com
baca juga



Tahun 1930an

Nggak beda jauh dengan tahun 1920an, namun bentuk alis jadi lebih melengkung. Lihat saja aktris pada masa itu, Jean Harlow dan Greta Garbo. Dramatis!

source: https://www.thefamouspeople.com



Tahun 1940an

Pada dekade ini,  bentuk alis jadi lebih tebal dan alami. Bentuknya pun agak lurus.

source: https://www.youtube.com


Tahun 1950an
Karena full make up sedang ngetren, maka cara make up alis pun ikut berubah. Pada masa ini, alis diisi penuh dengan berbagai bentuk. Audrey Hepburn memilih bentuk alis yang lurus, sementara Elizabeth Taylor atau Marilyn Monroe memilih bentuk alis yang melengkung.
source: http://www.marieclaire.com



Tahun 1960an

Sekilas, bentuk alis di dekade ini terlihat biasa saja. Padahal, banyak perempuan mencukur habis alis mereka, kemudian menggambar ulang dengan pensil alis, seperti aktris Sophia Loren. Bayangkan berapa jam waktu yang diperlukan untuk berdandan setiap harinya?

source: http://www.beautyblitz.com



Tahun 1970an

Seiring dengan munculnya gerakan hippies, maka banyak perempuan kembali ke bentuk alis alami mereka. Bayangkan bentuk alis yang polos, tidak dirias maupun dicabuti. Low maintenance.

source: https://www.shrimptoncouture.com



Tahun 1980an

Dekade ini ditandai dengan bushy brows yang bold, nggak jauh berbeda dengan alis ala Cara Delevingne yang kita kenal sekarang. Namun dulu, selebriti yang alisnya menjadi panutan adalah Brooke Shields dan Madonna.

source: http://www.ninjajournalist.com



Tahun 1990an

Para perempuan semakin kreatif bereksperimen dengan bentuk alis, dari yang alami ala Cindy Crawford, hingga alis dicukur habis seperti model Kristen McMenamy. Namun, banyak perempuan mengidolakan alis yang tipis dan ramping ala Drew Barrymore, membuat mereka ramai-ramai mencabut alis dengan pinset.

source: http://www.beautyblitz.com



Sekarang

Bentuk alis tebal ala Cara Delevingne jadi panutan, semua brand makeup berlomba-lomba memasarkan produk pensil alis, brow powder, brow pomade, hingga eyebrow mascara. Agaknya cukup banyak pengikut tren alis 90an yang menyesal, karena alisnya terlanjur dicabuti.

source: http://stylecaster.com