Anggapan bahwa wanita harus memiliki kulit putih untuk dipandang lebih cantik masih beredar luas di masyarakat. Karena itu tak jarang, ada wanita yang rela melalui berbagai tindakan untuk mendapatkan kulit putih, salah satu yang paling umum yaitu dengan skin lightening atau skin bleaching. Banyak orang nekat melakukan bleaching kulit (tindakan memutihkan kulit) tanpa pengawasan dokter, biasanya dengan menggunakan krim yang mengandung hydroquinone. Apakah aman? Apa saja risiko yang mengintai?


Bleaching Kulit Biasa Dimanfaatkan Untuk Hal Ini


Bukan semata-mata agar kamu terlihat “cantik”, biasanya dermatologis akan meresepkan krim atau obat pemutih kulit untuk menangani masalah kulit yang ada, seperti misalnya warna kulit yang tidak rata akibat kecelakaan, akibat radiasi matahari, atau bahkan untuk menangani noda hitam bekas jerawat dan luka.
 

source: https://www.nlda.org/


Bagaimana Cara Kerja Obat untuk Bleaching Kulit?


Bleaching kulit biasanya dilakukan menggunakan obat yang berfungsi untuk mengurangi atau menekan melanin. Keterbatasan produksi melanin ini menjadikan warna kulit terlihat lebih cerah dan merata.
 

source: https://www.amazon.com/
baca juga


Tapi Hati-hati, Karena Ada Efek Sampingnya!


Setiap tindakan yang kamu lakukan terhadap tubuh pasti memiliki efek samping, tidak terkecuali bleaching kulit ini. Efek samping pun bisa meliputi muncul kemerahan pada kulit, kulit terasa kering dna gatal, meningkatkan potensi kanker karena zat dalam hydroquinone bersifat karsinogenik, meningkatkan sensitivitas kulit terhadap cahaya, dan juga iritasi.

Untuk meminimalisir hasil yang tidak diinginkan, sebaiknya kamu yang merasa perlu atau ingin melakukan bleaching kulit mengkonsultasikan keadaan kulitmu terlebih dahulu pada dokter. Diharapkan dokter akan memberikan krim dan pengobatan yang sesuai dan menimbang efek serta risikonya terhadap keadaanmu.

 

source: http://www.thedermatologygroup.com/