Umumnya, rata-rata siklus haid yang terjadi pada wanita adalah 28 hari. Namun, rentang waktu 21 hingga 35 hari masih dianggap normal. Maju atau mundur 1-3 hari juga dianggap sebagai hal yang wajar terjadi. Namun bagaimana jika lebih dari batas normal, sehingga siklus haid tidak teratur dan tidak dapat diprediksi?
Berat badan naik/turun drastis
Berat badan yang anik atau turun secara drastis bisa menjadi tanda adanya gangguan tiroid. Gangguan ini umum terjadi pada wanita dan bisa menyebabkan gangguan siklus haid, lemas dan lesu, serta berat badan yang meningkat. Sedangkan berat badan yang turun drastis bisa disebabkan karena gangguan pola makan seperti anoreksia dan bulimia. Hal ini juga bisa menyebabkan siklus haid tidak teratur.
Stres
Apakah kamu perhatikan jika pekerjaan menumpuk, atau terlalu sibuk memikirkan project, jadwal haid kamu menjadi berubah lebih cepat atau lambat? Ya, stres dapat mempengaruhi hypothalamus, salah satu bagian otak yang juga mengatur hormon periode haid. Sehingga jika hypothalamus terganggu maka hormon pun menjadi tidak seimbang dan siklus haid menjadi terganggu. Selain stres, hormon yang tidak seimbang juga disebabkan oleh tubuh yang terlalu lelah.
Pil KB
Beberapa jenis pil kontrasepsi dosis rendah bisa menyebabkan haid tidak teratur. Tak hanya pil, kontrasepsi suntik dan spiral juga memiliki dampak yang kurang lebih sama.
Menyusui
Setelah melahirkan dan selama proses menyusui, biasanya siklus haid menjadi tidak teratur. Hal ini wajar terjadi. Dan setelah masa menyusui berakhir, biasanya siklus haid akan menjadi teratur kembali.
Jika kamu memiliki siklus haid tidak teratur seperti jadwal yang tidak dapat terprediksi disertain nyeri yang berlebihan, segera temu dokter untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut ya, Minasan. Karena jika ternyata terdapat gangguan atau penyakit tertentu, dapat segera ditangani lebih cepat.