Sekali Menyelam Minum Air


Pepatah di atas tepat sekali untuk menggambarkan konsep jasa titip. Apabila pekerjaan atau rutinitas mewajibkanmu untuk berpergian ke luar negeri, maka jasa titip dapat menjadi peluang usaha yang menggiurkan. Penyelenggara jasa titip alias personal shopper hanya perlu mengiklankan jasa titip, mencatat dan mengumpulkan pesanan, menerima pembayaran, membelikan barang, lalu membawanya kembali ke Tanah Air. Setelah itu, barang siap dikemas dan dikirim ke alamat tujuan.

Usaha jasa titip enggak membutuhkan modal yang terlalu besar, karena rata-rata pembeli bersedia melakukan down payment sebesar 50-100% dari nilai barang, ditambah dengan upah jasa titip. Tak perlu kuatir hit and run, namun penyelenggara jasa titip perlu membangun kepercayaan bahwa penjual enggak akan kabur.
 
source: https://www.shopio.com



Mendapatkan Barang Keluaran Terbaru


Berbeda dengan preorder di mana pembeli harus menunggu hingga dua bulan sebelum barang sampai di tangan, metode jasa titip cenderung lebih kilat. Karena sang penyelenggara umumnya dalam rangka liburan, maka barang yang kamu incar akan sampai di tangan dalam waktu kurang dari satu bulan. Pengguna jasa titip beli barang luar negeri umumnya merasa senang karena mereka dapat memperoleh barang-barang keluaran terbaru maupun edisi terbatas, yang tak dijual di Indonesia.
 
source: http://www.telegraph.co.uk
baca juga



Perlukah?


Perlu atau tidaknya membeli produk-produk kecantikan lewat jasa titip akan sangat tergantung pada kebutuhan dan budget tiap orang. Ada kalanya, kita membutuhkan satu produk spesifik yang sulit diperoleh di Indonesia dan manfaatnya tak tergantikan untuk kita. Atau mungkin, kita sedang meniti karir sebagai beauty blogger dan perlu produk yang terbaru untuk bahan tulisan.

Akan tetapi, kalau hanya sekedar ikut-ikutan saja, keranjingan jastip dapat membuat budget belanja jadi membludak. Perusahaan kosmetik selalu berinovasi dan meluncurkan produk baru, yang kemungkinan besar lebih menarik dari produk yang kita miliki sekarang. Hanya dalam beberapa bulan, produk yang kita beli sudah tergolong out of date, membuat kita tergoda untuk belanja lagi. Belum lagi perhitungan fee atau upah bagi penyelenggara jasa titip. Kalau nggak punya self control, ketersediaan jasa titip justru mendukung perilaku konsumerisme, Beautynesian.

Jadi, bagaimana pendapatmu?
source: http://blog.signpost.com