Perhatikan suhu pada lemari es penyimpanan daging.

Hal pertama yang perlu kamu perhatikan saat menyimpan daging adalah dengan mengatur suhu yang tepat pada lemari peyimpanan dagingmu. Hal ini disebabkan suhu dapat mempengaruhi perkembangan bakteri pada daging yang kamu simpan. Daging sapi dan kambing memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga keduanya memiliki cara tersendiri untuk menyimpannya. 

source: http://dapurlagi.blogspot.com


Untuk menyimpan daging sapi, pastikan kamu menyimpannya pada lemari pendingin dengan suhu -1 hingga 1 derajat celcius. Jika kamu menyimpannya diatas suhu itu, daging yang kamu simpan akan lebih mudah terkontaminasi bakteri yang hidup di area lemari es kamu.

Berbeda dengan daging sapi, daging kambing disarankan untuk disimpan dalam keadaan beku. Suhu yang pas untuk menyimpan daging kambing agar awet adalah -25 sampai -17 derajat celcius.

 

Kemaslah daging dengan baik.

Selain memperhatikan suhu, kamu juga perlu memastikan pengemasan daging dilakukan dengan baik. Jangan membiarkan daging disimpan terbuka. Kamu dapat menyimpannya dengan plastik bersih seperti dalam plastik wrap dan ziplock. Disamping itu, kamu juga dapat menyimpan daging di dalam wadah tertutup yang bersih. 

source: https://feed.merdeka.com

Oh iya, sebelum dikemas, pastikan daging yang kamu simpan adalah daging yang bagus, tidak ada yang bonyok atau rusak. Sebab daging yang bonyok akan lebih cepat busuk dan membuat bagian daging lain juga membusuk. Mencuci daging sebelum disimpan boleh dilakukan asalkan air yang kamu gunakan bersih dan tidak mengandung kuman. Setelah dicuci segeralah disimpan dalam lemari es.

 

baca juga

Penyimpanan daging yang tepat

Saat menyimpan daging, kamu perlu memastikan daging tidak tercampur dengan air, khususnya untuk daging kambing. Hal ini disebabkan daging kambing akan menjadi keras dan alot saat terkena air.

source: http://barbiedini.blogspot.com

Selain itu, pisahkan penyimpanan daging dengan jeroan dan tulang. Hal ini disebabkan jeroan dan tulang mengandung banyak bakteri dan kuman. Begitu pula dengan hati dan ginjal. Hati yang memiliki banyak kandungan darah dapat membuat daging basah dan mudah busuk. Sedangkan ginjal akan membuat daging menjadi bau karena ginjal merupakan tempat penyaringan air kencing hewan.

 

Pisahkan daging sesuai porsi makan.

Terakhir, untuk memudahkan kamu dalam mengolah daging menjadi masakan, tidak ada salahnya dengan memisahkan daging sesuai dengan porsi makan pada tempat yang berbeda. Hal ini juga dapat menjaga daging yang belum akan dipakai tetap tersimpan dengan baik tanpa harus dikeluarkan lalu dimasukkan kembali.

source: http://sidomi.com

Nah, itulah tips menyimpan daging kambing dan sapi agar tetap awet dan segar yang dapat kamu gunakan untuk menyimpan daging kurban dari perayaan Idul Adha 2017 nanti. Semoga bermanfaat, ya!