Mitos : Daging Kambing Dapat Menaikan Tekanan Darah Tinggi

Mitos pertama yang populer tersebar di masyarakat adalah daging kambing yang berbahaya bagi para penderita hipertensi karena dapat menaikan tekanan darah secara signifikan. Padahal, faktanya hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa daging kambing dapat memicu peningkatan tekanan darah.

Jika tekanan darah seseorang meningkat setelah mengonsumsi daging kambing, hal itu bukan disebabkan oleh daging kambing. Cobalah untuk memeriksa asupan protein lain yang mungkin memang berlebihan.

source: http://www.sehatmagz.com


 

baca juga

Fakta: Bau 'Prengus' Pada Daging Kambing Disebabkan Oleh Cara Pemotongan yang Salah

Mitos kedua yang tersebar mengenai daging kambing adalah baru 'prengus' daging kambing yang disebabkan cara pemotongan yang salah. Nah, faktanya, cara pemotongan memang memiliki pengaruh terhadap hasil daging kambing itu sendiri.

Pada dasarnya, daging kambing yang bau dan alot sehingga tidak enak dimakan disebabkan oleh kambing yang dipotong dalam keadaan stres. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk memperhatikan cara pemotongan kambing agar lebih tenang. Jangan membuat kambing stres dengan memperlihatkan kambing lain yang sedang dipotong.

source: http://makassar.tribunnews.com


 

Mitos : Memakan Daging kambing dan Buah Durian Bersama-sama Dapat Menyebabkan Kematian

Selanjutnya, banyak masyarakat yang meyakini bahwa memakan daging kambing dengan buah durian dapat mengakibatkan kematian. Pada dasarnya, buah durian adalah buah yang mengandung banyak lemak.

Begitu pula dengan daging kambing. Keduanya dapat sangat berbahaya bagi seseorang yang memiliki riwayat penyakit jantung koroner karena dapat mengakibatkan terjadinya penyempitan pembuluh darah. Namun, bagi orang-orang yang tidak memiliki riwayat penyakit tersebut, memakan daging kambing dan buah durian tidak akan berbahaya.

source: http://www.klikhotel.com


 

baca juga

Fakta : Daging Kambing Lebih Sehat Dibandingkan dengan Daging Sapi.

Nah, untuk mitos yang satu ini memang sudah dibuktikan secara ilmiah. Daging kambing memang lebih menyehatkan dibandingkan dengan daging sapi. Hal ini disebabkan kandungan lemak tak jenuh pada kambing lebih banyak dibandingkan dengan sapi.

Lemak tak jenuh memiliki manfaat untuk memenuhi nutrisi tubuh dibandingkan lemak jenuh. Berbeda dengan kambing, daging sapi memiliki kandungan lemak jenuh 8,5 kali lebih tinggi. Itulah yang menyebabkan daging sapi cenderung lebih berisiko dalam meningkatkan kadar kolesterol pada darah.

source: https://food.detik.com


 

Fakta : Jeroan Kambing Menyebabkan Kadar Kolesterol Meningkat

Berbeda dengan dagingnya, jeroan kambing memiliki kandungan purin serta lemak jenuh yang sangat tinggi. Kedua kandungan ini sangat berbahaya karena dapat menumpuk pada pembuluh darah sehingga mengakibatkan meningkatnya kadar kolesterol meningkat. Selain itu, penumpukan purin dan lemak jenuh ini juga dapat terjadi pada saluran pencernaan. Hal ini dapat mengakibatkan terhambatnya proses penyerapan sari-sari makanan.

source: http://lifestyle.okezone.com

Nah, itulah lima mitos dan fakta tentang daging kambing yang perlu kamu tahu sebelum menikmati santapan olahan daging kambing pada hari raya nanti. Semoga bermanfaat, ya!