Tahapan Melatih Kekuatan Tulang dan Otot

Tahapan pertama yang harus dilalui anak untuk mempersiapkan diri belajar berjalan adalah melatih kekuatan tulang dan otot. Hal ini ditandai dengan anak yang sudah semakin aktif menggerak-gerakan kaki dan menendang-nendang sekitar.
 

source: http://santamonicapodiatry.com/



 

baca juga

Berguling dan Merayap

Setelah tulang dan ototnya mulai berkembang dan semakin kuat, anak akan lanjut ke tahapan selanjutnya, yaitu berguling dan merayap. Pada fase ini anak belum mampu menopang tubuhnya dengan alat gerak seperti tangan dan kaki. Karena itu, mereka akan merayap dengan lebih mengandalkan otot perut dan menendang-nendang untuk dapat berpindah tempat.
 

source: http://abbottfamily.com.sg/



 

Merangkak dan Duduk

Seiring berjalannya waktu, otot tangan dan kaki anak semakin kuat untuk menopang tubuhnya. Ia akan mampu untuk mengangkat badannya sehingga dapat merangkak untuk bergerak dan berpindah tempat. Saat ini tulang punggung dan tulang duduk anak juga sudah cukup kuat untuk mampu duduk tanpa perlu disangga.
 

source: http://www.bestchinanews.com/



 

baca juga

Berjongkok dan Berdiri

Setelah mampu merangkak dan duduk, anak akan mulai belajar untuk dapat jongkok. Posisi ini semakin melatih kekuatan otot kaki anak. Jika anak sudah mulai terbiasa berjongkok, mereka akan mulai melatih dirinya untuk dapat berdiri. Pada fase ini, kamu dapat membantunya untuk berpegangan saat membiasakan telapak kakinya menapak.
 

source: https://beyondbasicplay.com/



 

Berjalan dan Berlari

Setelah mampu berdiri dengan tegak, anak akan dengan sendirinya berusaha untuk melangkah. Saat anak belajar berjalan, pastikan kamu tetap mendampingi dan memotivasinya untuk terus berusaha. Jatuh adalah hal yang biasa terjadi, tetapi pastikan tempat anakmu belajar berjalan aman dari benda-benda yang dapat melukainya.
 

source: http://www.cutebabyz.com/


Nah, itulah tahapan anak dalam perkembangan kemampuannya dalam berjalan. Sadarilah bahwa capaian tiap anak dalam melalui setiap tahapannya selalu berbeda-beda. Jika kamu merasa anak sedikit terlambat dalam mencapai tahapan tersebut, cobalah untuk merangsangnya secara perlahan tanpa memaksanya.