Garuda di Dadaku

Film Garuda di Dadaku bercerita tentang impian seorang anak bernama Bayu yang ingin menjadi pemain sepak bola profesional. Untuk mengejar impiannya itu, Bayu setiap hari berlatih ditemani oleh seorang sahabatnya yang bernama Heri. Sayangnya, impian Bayu untuk mengikuti seleksi masuk Tim Nasional U-13 harus terhalang restu dari sang kakek. Namun, Heri selalu meyakinkan Bayu jika dirinya mampu mengikuti seleksi Tim Nasional U-13 dan menjadi pemain sepak bola profesional.

source: https://neverendstory.wordpress.com

Film keluarga yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah ini sangat kental dengan nuansa nasionalisme dan persahabatan. Terlebih, dalam film ini Heri digambarkan sebagai anak dengan disabilitas, namun punya semangat yang luar biasa untuk mendukung sahabatnya. Film yang pertama kali tayang pada tahun 2009 ini masih sering diputar pada tanggal 17 Agustus sebagai gambaran jika nasionalisme tidak melulu diperjuangkan melalui perang, namun bisa juga dengan mengejar impian membela tanah air melalui prestasi olahraga.

 

Soekarno: Indonesia Merdeka

Sesuai dengan judulnya, film Soekarno: Indonesia Merdeka bercerita mengenai kehidupan Bapak Proklamator sekaligus Presiden pertama Indonesia, Ir.Soekarno. Dalam film ini, digambarkan secara detail kehidupan Soekarno selama memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Film garapan Hanung Bramantyo ini juga banyak mengulas kehidupan cinta Soekarno semasa hidupnya. Film ini sering diputar saat Hari Kemerdekaan di tanggal 17 Agustus untuk terus mengingatkan generasi muda mengenai beratnya memperjuangkan kemerdekaan di masa lalu.

source: https://en.wikipedia.org


 

baca juga

Naga Bonar

Film bertema nasionalisme yang juga selalu diputar di Hari Kemerdekaan 17 Agustus adalah Naga Bonar. Film dengan tema perjuangan bercampur komedi ini sukses menjadi film terbaik di tahun 1987. Film ini bercerita tentang sosok Naga Bonar, seorang mantan copet yang punya jiwa patriotisme tinggi. Ia dan teman-temannya berjuang melawan Belanda dengan setting pasca kemerdekaan di daerah Sumatera Utara. Bukan cuma cerita tentang perjuangan membela Indonesia yang mencuri perhatian, tapi kisah cinta Naga Bonar dengan Kirana juga menjadi bumbu menarik di film ini.

source: http://niethegn.blogspot.co.id/2009/01/naga-bonar.html

Pada tahun 2007, film yang dibintangi oleh Deddy Mizwar ini dibuat sekuel dengan judul Naga Bonar (Jadi) 2. Sama suksesnya seperti film pertama, Naga Bonar (Jadi) 2 yang turut dibintangi oleh Tora Sudiro ini juga berhasil meraih kesuksesan sebagai film terbaik di tahun 2007.

 

Merdeka (Trilogi)

Trilogi Merdeka terdiri dari tiga buah film bertema nasionalisme yang menceritakan perjuangan sekelompok pemuda melawan penjajah. Trilogi ini mengangkat perang di Indonesia pada masa agresi militer kedua, tepatnya dua tahun setelah Presiden Soekarno mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia. Masing-masing film dari trilogi ini memiliki ide cerita dan permasalahannya sendiri, namun semuanya memiliki garis merah mengenai perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia agar tidak direbut oleh Belanda. Ketiga film dari trilogi Merdeka ini adalah:

  • Merah Putih (2009)
  • Darah Garuda (2010)
  • Hati Merdeka (2011)
source: http://youngandloudid.blogspot.co.id


 

baca juga

Denias, Senandung di Atas Awan

Denias merupakan salah satu film tanah air yang kualitasnya sudah diakui dunia. Film Denias bahkan pernah diseleksi pada Piala Oscar 2008 dalam kategori film asing. Film ini bercerita tentang kisah seorang anak bernama Denias yang tinggal di pedalaman Papua. Denias memiliki cita-cita untuk bersekolah setinggi mungkin, namun terhalang dengan fasilitas yang ada di daerahnya.

source: https://mitenied.wordpress.com

Masalah mulai muncul ketika orang-orang yang mendukung impian Denias satu persatu pergi. Mulai dari ibunya yang meninggal karena kebakaran, Bapa Guru yang harus kembali ke Pulau Jawa, hingga Maleo yang dipindah tugaskan ke daerah lain. Meskipun begitu, semangat Denias untuk bersekolah tidak pernah luntur. Dengan berbekalkan peta Indonesia yang dibuatnya bersama Maleo, buku tulis, dan bola, Denias berangkat ke kota. Setelah menempuh perjalanan yang tidak mudah, Denias akhirnya bertemu ibu guru bernama Sam Koibur yang membantunya meraih impian.

 

Nah, Beautynesian setuju enggak kalau film-film di atas memang selalu diputar di hari kemerdekaan 17 Agustus?