Make Up Pada Jaman Dahulu

Lipstik pada zaman dahulu sempat menimbulkan kontroversial. Jauh sebelum lipstik diciptakan, para wanita dari era Cleopatra hingga kemerdekaan Indonesia telah mencoba berbagai cara untuk membuat bibir mereka terlihat cantik. Apabila saat ini telah muncul berbagai lipstik, lip cream, dan lip tint untuk membuat penampilan make up natural, maka pada masa-masa tersebut para wanita memakai bahan-bahan yang lebih ekstrem.

Wanita Mesir jaman dahulu membuat lipstik yang berwarna merah keunguan dari bahan yodium dan bromin. Namun kebiasaan ber-make up ini kemudian menimbulkan suatu penyakit mematikan. Akibatnya, lipstik pada masa itu kerap disebut 'ciuman kematian'. Sementara ratu Mesir terkenal, Cleopatra, menemukan racikan warna merah dari kumbang yang dicampur dengan telur semut sebagai basis pembuatan lipstik.
 

source: https://id.pinterest.com/explore/the-real-cleopatra/


Sementara Ratu Elizabeth I membuat gebrakan baru, membuat para perempuan di eranya menggilai kulit pucat sebagai simbol kecantikan. Ratu Elizabeth I melarang pemakaian riasan atau make up karena dinilai dapat menghilangkan energi positif. Akibatnya, pada masa tersebut para perempuan yang ingin tampil sepucat mungkin selayaknya sang ratu menggunakan timah dan arsenik di wajah mereka.

Kedua bahan tersebut merupakan zat berbahaya yang mengancam nyawa. Sementara sang ratu sendiri menggunakan make up khusus di wajahnya untuk mendapatkan hasil make up natural versinya sendiri. Make up khusus ini disebut ceruse yang merupakan campuran timah putih dan cuka. Efeknya adalah wajah yang putih bak pualam.

source: http://www.luminarium.org


 

baca juga

Make Up Natural Ala Perempuan Indonesia

Apabila kedua contoh tadi terjadi di benua Eropa dan Afrika, lalu bagaimana dengan Indonesia? Terdapat cara khusus bagi seorang perempuan pribumi yang berasal dari kaum bangsawan maupun rakyat jelata pada zaman dahulu untuk mempercantik diri. Pada zaman dahulu, perempuan yang memiliki bibir penuh dan berwarna merah lebih dicari. Hal ini berhubungan langsung dengan sebuah teori yang mengatakan bahwa bibr penuh dan berwarna merah dari seorang wanita menunjukkan tingkat estrogen yang tinggi serta kesuburan dan kesiapan menikah yang tinggi.
 

source: http://3.bp.blogspot.com/


 

Nginang Sebagai Pengganti Lipstik

Untuk itu, maka perempuan Indonesia zaman dahulu memilih menginang (makan sirih) yang bertujuan untuk memerahkan bibir dan mempercantik diri. Selain itu, nginang juga memiliki tujuan untuk mempererat tali persaudaraan. Selain memberi efek merah pada bibir, nginang juga mampu merubah warna air liur menjadi merah dan gusi yang menghitam.
source: http://1.bp.blogspot.com/


 

baca juga

Madu dan Bahan Herbal Lain

Selain menginang, para perempuan zaman dahulu juga sering mengoleskan madu setiap malam ke bibir mereka. Hal ini dipercaya dapat membuat bibir menjadi lebih merah dan sensual. Bahan herbal lain seperti buah alpukat, jeruk nipis dapat membuat kulit menjadi lebih cerah atau putih. Sedangkan buah pepaya dipercaya dapat membuat kulit wajah menjadi lebih lembut. Oh, ya, perempuan zaman dahulu sering mandi dengan bunga-bunga dalam campuran air mereka. Hal ini dipercaya dapat membuat tubuh mereka lebih wangi dan sebagai parfum alami.

source: https://www.avoskinbeauty.com/