Penyaring Udara
Meski tak kasat mata, udara yang kita hirup mengandung banyak benda asing, seperti debu, asap, bakteri, virus, bahkan serangga super kecil! Kalau tidak disaring, maka benda-benda ini akan menumpuk di paru-paru dan mengotori rongga pernafasan. Di permukaan rongga hidung, ada sel-sel seperti rambut halus yang disebut cilia. Nah, cilia ini bertugas sebagai saringan udara. Benda-benda asing akan ‘ditangkap’ dalam lendir, yang perlahan-lahan dibuang lewat saluran pencernaan. Meski tak baik untuk sistem pernafasan, kotoran ini dapat ditolerir oleh sistem pencernaan, kok.
 

source: https://maskerman8.deviantart.com/art/Emma-Watson-wearing-surgical-mask-643784110

Gunting atau Cabut?
Melihat rambut hidung yang keluar dari rongga hidung seringkali membuat kita geli, lalu tergoda untuk mencabutnya. Padahal hal ini nggak baik untuk hidung, lho. Pertama, mencabut bulu hidung meningkatkan resiko infeksi, karena bagian dalam rongga hidung tak lagi terlindung. Kedua, mencabut akan jauh lebih menyakitkan ketimbang menggunting bulu hidung yang mencuat.
 

source: http://newsdog.today/a/article/577dc0b076f3dff8d53d6cf0/
baca juga

Asma dan Alergi
Satu lagi alasan untuk tidak mencabut bulu hidung! Riset membuktikan bahwa semakin tipis bulu hidung seseorang, maka ia akan semakin rentan terhadap asma maupun alergi lainnya. Wajar saja, karena tidak ada cilia yang dapat menyaring benda-benda asing dalam udara yang dihirup. Apabila alergen berhasil masuk saluran pernafasan, maka orang itu akan semakin rentan pada penyakit asma.
 

source: https://onlinedoctor.lloydspharmacy.com/uk/info/asthma-attack

Melambai
Nggak disangka, cilia yang berada dalam rongga hidung selalu bergerak, melambai-lambai seperti rumput. Untungnya kamu tak akan merasakan gerakan halus ini. Sifat ini bukan tanpa alasan ­– cilia selalu bergerak untuk menyaring udara yang dihirup dengan lebih baik. Kurang lebih, seperti gerakan menyapu.
 

source: http://www.businessinsider.sg/why-you-shouldnt-pluck-your-nose-hairs-2016-7/?r=US&IR=T