Pernyataan “beauty is pain” ternyata tidak sepenuhnya salah lho, Beautynesian, terutama di jaman dahulu dengan berbagai tren ekstrim yang menyakitkan seperti ini. Kenyamanan hingga keselamatan pun rela dikorbankan wanita demi mendapatkan kecantikan sepenuhnya. Berikut 3 tren fashion jaman dulu yang sangat ekstrim dan mengerikan.


Corsets


Tren satu ini mungkin masih ada hingga sekarang, tapi tahukah kalian bahwa penggunaan korset di  era Victoria abad ke 16 Eropa jauh lebih ekstrim? Sejak dulu, bentuk pinggang yang ramping bisa menonjolkan pinggul yang besar, dan dianggap sebagai bentuk tubuh yang feminin. Salah satu cara yang digunakan untuk mendapatkan pinggang ramping yaitu dengan menggunakan korset. Tidak tanggung-tanggung, bahkan ada korset yang terbuat dari besi lho, Ladies! Tidak heran banyak wanita yang mengalami kesulitan bernapas, pingsan, pendarahan internal, hingga mengalami  pergeseran organ karena penggunaan korset ini.
 

source: http://www.nydailynews.com/life-style/fashion/x-rays-reveal-corsets-put-squeeze-victorian-women-article-1.1353935


 


Crinoline


Di era Victoria, tren menonjolkan siluet tubuh didapat dengan mengenakan gaun yang mengembang. Caranya yaitu dengan memakai semacam “sangkar” yang lebar untuk mengganjal rok yang dikenakan, atau yang disebut dengan crinoline. Crinoline ini tentunya sangat tidak nyaman dan membatasi ruang gerak, apalagi dulu crinoline terbuat dari kayu, besi, hingga rambut kuda atau bahan yang kasar sehingga bisa mengiritasi dan menginfeksi. Tidak hanya masalah kenyamanan, masalah keselamatan pun bisa menjadi ancaman. Kasus kematian dari gaun yang terbawa angin dan menyebabkan kecelakaan hingga gaun yang terbakar pernah terjadi dalam era penggunaan crinoline. Seram ya!

source: http://flashbak.com/scenes-from-ladies-dressing-rooms-the-crinoline-craze-in-the-1850s-and-1860s-35132/


 

baca juga


Lotus Feet


Tradisi ekstrim satu ini datang dari China pada abad ke 10. Waktu itu di kalangan kelas atas China, terdapat tren “melipat kaki” atau foot binding, dimana kaki dibentuk hingga sedemikian rupa agar menjadi kecil dan berukuran tidka lebih dari 7,5 cm. Semakin kecil ukuran kaki, semakin wanita tersebut memenuhi standar kecantikan di masyarakat. Selain itu, kaki yang terlipat ini juga akan mempengaruhi kemampuan berjalan wanita, dan secara tidak langsung menandakan kelas ekonomi mereka, karena mengindikasikan bahwa wanita kelas atas tidak perlu banyak berjalan atau bekerja di ladang. 

source: http://www.jamaicaobserver.com/news/Lotus-Feet--The-ancient-Chinese-practice-of-foot-binding_70558


 

Tren mana yang menurutmu paling mengerikan nih, Beautynesian?