Battle of Surabaya

Film Indonesia yang pertama adalah Battle of Surabaya yang terinspirasi dari peristiwa 10 November 1945 di Surabaya. Film Indonesia ini adalah salah satu film animasi 2D terbaik karya anak bangsa yang patut dibanggakan. Bahkan, Walt Disney Pictures juga sangat mendukung pembuatan animasi ini. Hal yang menarik tidak hanya dari segi jenis, cerita dan penggarapannya saja, namun soundtrack film ini ternyata juga melibatkan musisi top tanah air seperti Angela Nazar, Afgan, Ungu, Maudy Ayunda dan Sherina.

Battle of Surabaya ini disutradarai oleh Aryanto Yuniawan, dikerjakan di studio animasi STMIK AMIKOM dan diproduksi oleh MSV Pictures. Meskipun film ini menampilkan tokoh fiktif, namun latar belakang dan tokoh-tokoh bersejarah pada masa itu turut dihadirkan. Battle of Surabaya mengisahkan tentang Musa, seorang remaja penyemir sepatu yang menjadi kurir surat-surat rahasia untuk para tentara dan milisi pejuang Indonesia serta mengantar surat-surat pribadi para pejuang untuk keluarganya. Ketika itu Jepang telah menyatakan kekalahannya, tetapi Belanda dan sekutunya kembali ke Indonesia.

Film ini juga mendapat banyak penghargaan lho, antara lain Winner People’s Choice Award, International Movie Trailer Festival (IMTF) 2013: Nomination Best Foreign Animation Trailer, The 15th Annual Golden Trailer Award 2014: Winner Digital Animation, INAICTA 2012: Winner Indigo Fellowship, PT. Telkom Indonesia 2012: Nominee Appreciation Film of Indonesia serta penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Mendikbud) tahun 2012.

source: https://id.wikipedia.org/wiki/Battle_of_Surabaya


 

baca juga

Jenderal Soedirman

Jenderal Soedirman ini adalah salah satu tokoh yang banyak dibicarakan dalam buku sejarah. Mungkin kamu masih ingat pelajaran sejarah semasa sekolah? Beliau menjadi salah satu tokoh bangsa yang sangat berperan memperjuangkan kemerdekaan RI. Sineas Indonesia pada akhirnya tertarik mengangkat kisah beliau menjadi sebuah film Indonesia dan dirlis bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia pada Agustus 2015.

Adipati Dolken dipercaya untuk memerankan tokoh Jenderal Soedirman. Film ini sendiri ber-setting saat Belanda menyatakan secara sepihak sudah tidak terikat dengan perjanjian Renville dan menyatakan penghentian gencatan senjata. Sedangkan lokasi syuting ada di 4 kota, yaitu Yogyakarta, Bandung, Magelang dan Wonosari.

source: http://tkj2016.blogspot.co.id


 

Guru Bangsa: Tjokroaminoto

Jika mengingat Hari Pendidikan Nasional, tentunya kamu akan mengingat sosok guru besar Tjokroaminoto. Film Indonesia yang rilis 9 April 2015 ini, sesuai judulnya mengisahkan tentang perjuangan HOS Tjokroaminoto untuk kemerdekaan RI. Dalam film ini ini akan diceritakan bagaimana perjuangan sosok Tjokroaminoto bersama organisasi Sarekat Islam yang didirikan pada tahun 1800-an.

Tjokroaminoto yang lahir dari keluarga ningrat dan religius tidak ingin tinggal diam saat melihat rakyatnya menderita karena ulah penjajah yang membuat rakyat miskin dan mempersulit masalah pendidikan sehingga kesenjangan sosial antar etnis sangat kentara. Film Indonesia ini disutradarai oleh Garin Nugroho dan Reza Rahardian sebagai pemeran Tjokroaminoto.

source: http://dzong2.blogspot.co.id


 

baca juga

Soekarno

Sosok Hanung Bramantyo memang selalu tak lelah berkarya dan meghadirkan film-film berkualitas. Salah satu film Indonesia bertemakan pahlawan yang dia rilis 11 Desember 2013 adalah Soekarno. Film ini menceritakan bagaimana seorang tokoh nasional seperti Bung Karno memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan bebas dari penjajahan. Jalan cerita dimulai dari saat masa kecil Soekarno, remaja hingga dewasa.

Selain konflik politik, film ini juga menngisahkan konflik pribadi sang proklamator bersama para wanita di sekitarnya. Beberapa artis yang membintangi film ini adalah Ario Bayu, Maudy Koesnaedi, Lukman Sardi dan Sujiwo Tejo. Ario Bayu sendiri dipercaya untuk memerankan tokoh Soekarno. Terlepas dari munculnya kritikan-kritikan, film ini telah berhasil memenangkan ajang ASEAN International Film Festival and Awards 2015.

source: http://www.sarapanpagi.org


 

Trilogi Merah Putih

1. Merah Putih

Film Indonesia Merah Putih ini merupakan seri pertama dari film trilogi Merah Putih yang disutradarai oleh Yadi Sugandi. Berbeda dengan film kisah kepahlawanan tokoh-tokoh nasional Indonesia, film yang dirilis tahun 2009 ini merupakan drama fiksi yang mengisahkan tentang peristiwa Agresi Militer Belanda I pada tahun 1947.

Film yang hadir dengan semboyan "Untuk merdeka mereka bersatu" ini mengisahkan perjuangan pemuda Indonesia dengan latar belakang kehidupan yang berbeda-beda yang mengikuti pelatihan militer pada tahun 1947. Namun, belum sempat mereka menyelesaikan pelatihan, Belanda mendadak datang menyerbu camp pelatihan dan menghancurkannya. Beberapa aktor yang membintangi film ini adalah Lukman Sardi, Donny Alamsyah dan Darius Sinathrya.

source: http://life.viva.co.id



2. Darah Garuda

Film Indonesia berjudul Darah Garuda ini merupakan bagian kedua dari trilogi Merah Putih. Film yang dirilis tahun 2010 ini masih ditangani oleh sutradara yang sama. Ketiga aktor di film sebelumnya juga masih hadir di film Darah Garuda. Sedangkan setting film adalah perjuangan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1947 saat terjadi peristiwa Agresi Militer Belanda I ke Jawa Tengah. Diceritakan bahwa perlawanan kembali pada Belanda tidak berjalan mulus. Konflik-konflik intern juga mulai bermunculan karena perbedaan karakter, kelas sosial bahkan agama.

source: https://id.wikipedia.org



3. Hati Merdeka

Hati Merdeka ini adalah film terakhir dari trilogi Merah Putih. Film yang dirilis pada tahun 2011 ini mengisahkan masa awal revolusi Indonesia tahun 1948. Para aktor seperti Lukman Sardi, Donny Alamsyah dan Darius Sinathrya juga masih menjadi pemain utamanya.

Cerita dari film sebelumnya berlanjut di sini. Para aktor tersebut diceritakan sebagai kadet dan selamat dari pembantaian oleh tentara Belanda. Mereka kemudian diangkat menjadi pasukan gerilya elit di pedalaman. Berbagai konflik kembali timbul, termasuk ketika pimpinan mereka yang bernama Amir (Lukman Sardi) memutuskan mundur dari jabatan.

source: http://style.tribunnews.com