Membayangkan Sisi Baik Mantan


Terus terbayang-bayang dengan sisi baik mantan dan kenangan manis yang kalian miliki adalah penyebab gagal move on yang paling utama. Misalnya, kamu selalu teringat dengan sikap romantis mantan, padahal dia tega selingkuh darimu. Saat jatuh cinta, otak kita berada di bawah pengaruh dopamin, yang menimbulkan rasa cinta, gembira, dan motivasi. Namun ketika kita putus, otak kita nggak ikut 'putus' dengan mantan. Otak kita masih dalam keadaan berbunga-bunga, namun di dunia nyata kita nggak lagi bersama dengan Si Dia. Akibatnya, timbul rasa galau, kesepian, dan kamu jadi gagal move on.

Solusi: Bersikaplah realistis dan sadari bahwa ada suatu alasan yang membuatmu lebih baik sendiri daripada melanjutkan hubungan dengan mantan. Jangan terpaku pada hal yang bagus saja, hadapi juga hal-hal yang buruk. Ketahuilah bahwa setelah putus pacaran, produksi kortisol (stress hormone) dan adrenalin meningkat, seolah-olah mendorong kita agar lekas introspeksi diri, move on, dan menemukan pasangan yang lebih baik.
source: http://loveshayaris.org/love-photos/love-photos-wallpapers-missing-loneliness/



Memendam Perasaan Terlalu Lama


Kalau penyebab gagal move on sebelumnya adalah sikap positive thinking yang berlebihan, berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja juga dapat menjadi penyebab gagal move on. Entah karena gengsi atau faktor lain, ada sebagian orang yang enggan menunjukkan bahwa mereka merasa sedih, bahkan ketika sedang sendirian. Padahal, memendam perasaan negatif hanya akan memperkuatnya. Perasaan sedih, kecewa, dan marah dapat 'meledak' sewaktu-waktu.

Solusi: Sebaiknya kamu tidak bersikap terlalu keras pada diri sendiri. Beri dirimu waktu untuk bersedih dan berusaha melupakan mantan.

source: http://www.chatelaine.com/living/want-a-happy-marriage-try-faking-it/
baca juga



Merasa Bersalah


Pasca perpisahan, salah satu atau kedua pihak dapat merasa bersalah, yang datang dari diri sendiri maupun orang lain. Kita jadi menyalahkan diri sendiri sebagai alasan berakhirnya suatu hubungan. Lebih parah lagi, kita jadi berandai-andai "kalau saja aku enggak .... mungkin kita masih pacaran."

Padahal rasa bersalah tidak akan memberi dampak positif apapun bagi kamu, mantan, atau hubungan kalian, Beautynesian. Sewajarnya, kita dapat memetik pelajaran dari perpisahan yang kita alami.

Solusi: Masa lalu yang sudah lewat tak dapat kamu ulangi lagi. Lebih baik gunakan perpisahan ini sebagai ajang untuk introspeksi diri dan menjadi pribadi yang lebih baik.

source: https://www.theodysseyonline.com/to-the-girl-who-keeps-blaming-herself