Mengambil Sikap Tegas

Biar kamu enggak merasakan putus cinta, bersikaplah tegas serta berhentilah mengandai-andai tentang perasaanmu dan masa depan kalian. Kalau kamu sendiri belum yakin bahwa kamu tak ingin melanjutkan hubungan, pasti kamu akan terus merasa bersalah. Hindari kata-kata "andai saja dulu..." atau "mungkin kalau aku/dia ..... hubungan ini akan berhasil." Masa lalu adalah masa lalu, apa yang sudah terjadi tak dapat kamu ubah. Kamu hanya dapat melakukan hal yang terbaik untuk kedua belah pihak di masa depan.

source: http://paranormaldimension.blogspot.co.id/2014/09/a-spell-to-break-up-couple.html


 

Ingat Pengorbanan yang Telah Kamu Buat

Trik putusin pacar tanpa merasa bersalah yang cukup ampuh adalah dengan mengingat-ingat pengorbanan yang kamu buat untuk pacar. Misalnya, kamu mengurangi waktu shopping atau menghindari hang out dengan teman-teman cowok hanya karena pacarmu merasa cemburu. Sebenarnya kamu tak paham dengan permintaan si dia, namun kamu berkorban dan melakukan permintaan itu untuk menyenangkan hatinya. 

Pengorbanan-pengorbanan ini kamu lakukan dengan terpaksa, namun tampaknya dia nggak mau mengerti dan menghargai pengorbananmu. Pakai alasan ini untuk mengurangi rasa bersalah ketika akan memutuskan hubungan.

source: http://loveandlifestyles.com/how-to-break-up/


 

baca juga

Ingat Alasanmu Memutuskan Hubungan

Permasalahan sesederhana apapun dapat menjadi batu sandungan dalam sebuah hubungan. Ingat-ingat kembali alasanmu memutuskan hubungan dengan si dia. Mungkin kalian nggak punya waktu untuk saling mengenal, dia sering bersikap cemburu, atau kamu nggak merasa hubungan kalian dapat di bawa ke jenjang selanjutnya.

Ingatlah dengan alasan-alasanmu untuk putus dan kebiasaan buruk pacar yang nggak kamu sukai, agar kamu dapat bersikap tegas dan memutuskan hubungan tanpa rasa bersalah.

source: http://www.herworldplus.com/celebs-men-sex/mensex/being-unhappy-relationship-will-make-you-gain-weight


 

Rasa Bersalah Tak Akan Membawa Manfaat untuk Kalian

Perpisahan memang terasa berat, terutama jika kamu adalah orang yang menyarankan untuk putus. Kamu jadi merasa bertanggungjawab atas kesedihan mantan. Padahal, rasa bersalah nggak akan bermanfaat untuk kamu dan mantan, Beautynesian. Rasa bersalah dan kasihan malah dapat disalahartikan sebagai penyesalan, bahwa kamu masih menyimpan rasa untuknya.

Seacara realistis, rasa bersalah hanya akan mengikatmu dalam hubungan yang tidak kamu sukai, padahal seharusnya kamu mempunyai kesempatan untuk merasa bahagia. Bedakan rasa bersalah dengan perasaan simpati. Kamu dapat memahami kesedihan mantan dan mendukungnya untuk move on, namun bukan dengan rasa bersalah.

source: http://www.huffingtonpost.com/samara-oshea/why-trying-to-make-a-guy-feel-guilty-for-mistreating-you_b_5069503.html


 

baca juga

Kalau Kamu Tak Bahagia, Maka Itu Bukan Hubungan yang Baik

Memutuskan hubungan pasti dilandasi suatu ketidakpuasan akan hubungan kita, entah akibat selingkuh, kurangnya waktu, atau hanya ketidakcocokan belaka. Apabila kamu tidak merasa bahagia dalam hubungan itu, maka sesungguhnya kamu bersikap tidak adil pada pasanganmu.

Faktanya, tetap berada pada hubungan yang tidak membuatmu bahagia memberikan kesan pada si dia bahwa kamu baik-baik saja, bahwa hubungan kalian baik-baik saja, dan dia telah melakukan semua hal dengan benar. Kalau kamu nggak minta putus, maka kamu menutup kesempatan bagi pasanganmu untuk memiliki kisah cinta yang lebih baik dan membahagiakan dirinya. Di sisi lain, kamu pun perlu memberi dirimu sendiri kesempatan untuk memiliki hubungan yang lebih bahagia. Jadi, buang rasa bersalah itu jauh-jauh.

source: http://www.huffingtonpost.com/2013/07/22/relationship-problems-_n_3636603.html