Atur Rasa Mual dan Muntah

Gejala pertama yang dapat terjadi adalah rasa mual dan muntah. Hal ini wajar dalam kasus keracunan makanan. Sebaiknya jangan minum obat pengurang rasa mual, dan jangan makan apapun apabila belum berhenti muntah.

Bila frekuensi muntah berkurang, kamu dapat mencoba makan makanan yang halus dan tawar seperti roti atau biskuit polos. Hindari gorengan, makanan manis dan berlemak.

source: http://urgentcaretexas.com/food-poisoning-first-aid/


 

baca juga

Cegah Dehidrasi

Muntah dan diare adalah cara tubuhmu mengeluarkan racun. Oleh karena itu, jangan sembarangan mengkonsumsi obat anti-diare. Sebaiknya kamu fokus mencegah dehidrasi akibat muntah dan diare dengan menjaga konsumsi cairan seperti air putih dan Oralit. Supaya ngga mual, minumlah dalam jumlah sedikit, namun teratur.

source: http://www.foodmanufacture.co.uk/Regulation/EU-latest-water-does-not-prevent-dehydration


 

Tablet Activated Charcoal

Tablet activated charcoal atau zat arang aktif adalah suplemen yang mampu mengikat racun dalam saluran pencernaan ketika keracunan makanan. Dengan demikian, reaksi keracunan dapat lebih terkontrol. Di Indonesia, tablet ini dikenal dengan nama Norit, yang dapat kamu beli di apotek terdekat. Baca dosis dan petunjuk penggunaan sebelum mengonsumsinya.

source: http://www.sunshinenaturalhealing.com/using-activated-charcoal-for-food-poisoning/


 

baca juga

Segera hubungi atau temui dokter apabila ada gejala-gejala berikut ini:

  • Muntah terus-menerus dan tubuh tak dapat menerima cairan.
  • Darah pada muntah atau feses.
  • Diare lebih dari tiga hari.
  • Sakit perut atau kram perut yang sangat parah.
  • Temperatur mulut lebih tinggi dari 38.6 C.
  • Gejala dehidrasi — rasa haus terus menerus, mulut kering, tidak dapat buang air kecil atau sedikit, tubuh terasa lemas atau pusing.
  • Gejala neurologis seperti pandangan yang kabur, otot yang melemah, atau rasa kesemutan pada lengan.
source: http://www.thebreastcaresite.com/after-surgery/call-doctor/