Gemblong

Cemilan satu ini terbuar dari tepung beras ketan yang diuleni kemudian digoreng dalam minyak panas, dan disajikan dengan gula aren. Si bulat satu ini memiliki tekstur yang agak keras dan terasa lengket karena dilapisi dengan gula aren yang manis. Jadi kalau tidak mau tanganmu lengket, jangan lupa siapkan tisu basah setelah menyantapnya ya!

source: http://resepcaramemasak.info
baca juga


Combro

Buat kamu yang belum tahu, nama ‘combro’ merupakan singkatan dari ‘omcom di jero’ lho! Dalam bahasa Sunda, ‘jero’ artinya ‘dalam’, jadi combro berarti kue yang didalamnya ada oncom, as simple as that! Combro sendiri berbentuk bulat  agak pipih yang terbuat dari parutan singkong yang diuleni dan didalamnya diisi oleh bumbu oncom yang pedas, kemudian digoreng dalam minyak panas. Spicy food lover, you’ll like this spicy and tasty snack!

source: http://www.klikhotel.com



Misro

Nah, kalau Beautynesian enggak bisa makan pedas atau hanya lagi enggak ingin aja, kamu bisa cobain misro. Basically, misro itu sama seperti combro, hanya berbeda di nama dan jenis isiannya saja. Misro memiliki isi gula merah yang manis, sesuai dengan namanya, misro (amis di jero) yang berarti ‘manis didalam’. Filosofi yang sederhana tapi tepat, bukan?

source: http://www.infobdg.com
baca juga



Colenak

Cemilan khas Jawa Barat memang suka disingkat-singkat. Kali ini ada colenak yang merupakan singkatan dari ‘dicocol enak’. One word: Wow! Cemilan satu ini terbuat dari tape singkong yang disebut peuyeum yang dibakar. Colenak disantap dengan cara mencocolkannya pada saus yang terbuat dari campuran gula jawa cair dan parutan kelapa. Untuk semakin meningkatkan ketradisionalan cemilan ini, Beautynesian wajib mencocol dan menikmati makanan ini dengan tangan telanjangmu ya! It will be fun!

source: http://sukabumiupdate.com



Cemilan Aci: Cireng dan Cilok

Well, jangan kaget Beautynesian. Enggak hanya combro, misro, dan colenak, cemilan aci khas Jawa Barat juga memiliki nama hasil singkatan lho! Yuk kita explore satu-satu.

Pertama, ada Cireng atau ‘aci digoreng’. Cireng terbuat dari tepung aci atau tepuk tapioka (sagu), yang dibumbui dan digoreng. Dulu, makanan ini bisa langsung dinikmati tanpa menambahkan apapun. Jadi, jika kamu menemukan cireng yang dijual dengan tambahan isian seperti ayam, keju, dan sosis, atau dicocol dengan bumbu rujak, maka cireng tersebut bukan lagi cireng tradisional, tetapi cireng yang sudah diinovasi sesuai tren yang berkembang. So, if you wanna try the traditional cireng, find the plain one!

source: http://resephariini.com


Selanjutnya ada cilok atau ‘aci dicolok’. Cilok juga dibuat dari tepung aci, tetapi ia berbentuk bulat dan direbus, kemudian disajikan dengan bumbu kacang, saus sambal, dan kecap manis. Nah sesuai namanya, cemilan ini dimakan dengan mencoloknya menggunakan lidi atau tusuk gigi. Makanan ini cocok banget untuk dinikmati saat masih panas di tengah-tengah suhu wilayah Jawa Barat yang agak dingin. Perfect combo!

source: https://www.youtube.com