1. Masalah Kesuburan

Hormon yang tidak seimbang akibat siklus haid yang tidak teratur akan berdampak pada masalah kesuburan seorang wanita, karena periode masa subur tidak diketahui dengan pasti. Kesuburan identik dengan proses ovulasi ( kondisi dimana sel telur siap untuk dibuahi ). Gangguan pada hormon inilah yang menjadikan proses ovulasi menjadi terganggu. Walaupun belum tentu akan mengalami kemandulan. Untuk memastikan tingkat kesuburan dan kemandulan, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat sejak dini. Dengan demikian proses dan periode ovulasi menjadi lebih baik.

source: https://meetdoctor.com

2. Polip Rahim

Meskipun merupakan tumor jinak, polip rahim perlu diwaspadai sebelum berubah menjadi kanker yang ganas. Polip adalah tumbuhnya jaringan dari lapisan organ tertentu ke dalam rongga tubuh. Polip rahim dapat ditemui pada mulut rahim, dan akan menyebabkan pendarahan setelah berhubungan seksual. Polip biasanya berupa benjolan yang tumbuh pada rongga rahim. Dampak siklus haid tidak teratur, akan sulit menentukan kapan ovulasi akan tiba. Dengan demikian, agak sulit membedakan penyakit ini dengan ketidaksuburan. Oleh sebab itu sebaiknya konsultasikan ke dokter agar dapat ditangani dengan segera.

source: http://www.ledisia.com
<baca juga>

3. Kanker Rahim

Kanker rahim biasanya akan diawali dengan siklus haid yang tidak teratur. Bisa terlalu cepat ataupun terlalu lambat, dan dialami dalam jangka waktu yang panjang. Kanker rahim akan diperparah dengan pola hidup yang tidak sehat, walaupun hanya sebagian kecil wanita. Namun sebagian besar wanita yang menderita kanker rahim ini adalah karena dampak siklus haid yang tidak teratur. Pada wanita yang belum mengalami menopause, kanker ini turut menyebabkan pendarahan di luar siklus mentruasi. Jadi pendarahan yang terjadi belum tentu adalah pendarahan normal akibat menstruasi ya. Lakukan pap smear minimal satu kali dalam setahun untuk mencegah penyakit ini. Pap smear berguna untuk mengetahui dan mencegah penyakit yang terjadi pada organ reproduksi wanita.

source: http://www.ledisia.com

4. Sindrom Ovarium Polilistik

Sesuai namanya, sindrom ovarium polikistik adalah penyakit yang terdapat pada rahim, yang dapat mengurangi tingkat kesuburan. Ini adalah dampak siklus haid tidak teratur yang dialami oleh sebagian wanita. Gejalanya adalah jumlah darah yang sedikit dan perubahan gejala fisik seperti tumbuhnya bulu yang lebat, wajah berminyak dan sering berjerawat. Hal ini disebabkan karena meningkatnya hormon androgen ( dikenal sebagai hormon perkembangan pria ) dalam tubuh wanita. Lebih jauh lagi, sindrom ini dapat meningkatkan resiko kanker endometrium, bila jarak haid lebih dari 60 hari, dalam jangka waktu yang berkepanjangan. Mulai dari operasi hingga pengobatan jangka panjang adalah solusi penyembuhannya.

source: http://www.cantiknsehat.com
<baca juga>

5. Kista Ovarium

Kista adalah tumor jinak yang berisi cairan kental, yang biasanya ditemui pada organ reproduksi wanita. Ukurannya dapat bermacam - macam tergantung tingkat keparahannya. Ada yang kecil seukuran kacang, bahkan ada yang besar seukuran buah kelapa. Kista ini bersarang di bagian folikel organ reproduksi wanita. Kista ovarium dapat terjadi karena dampak siklus haid tidak teratur. Seringkali para wanita tidak menyadari adanya kista pada tubuhnya karena kista dalam bentuk yang kecil tidak menyebabkan gangguan. Kista ini akan menyebabkan rasa nyeri yang luar biasa jika ukurannya sudah membesar. Jalan satu - satunya adalah membuang kista dengan cara dioperasi.

source: http://rsphc.co.id

Konsultasikan segera kondisimu ke dokter agar penyakit dapat dicegah sedini mungkin.