Seperti yang dilansir oleh Blogzine tanggal 30 Maret lalu, GACKT yang merupakan seorang musisi terkenal dari Jepang ini mengaku kesal setelah diperlakukan tidak adil saat menginap di sebuah hotel di Perancis.

Saat itu GACKT hendak menikmati sajian makan pagi berupa buffet di restoran hotel yang masih kosong itu. Dia sengaja memilih kursi yang paling dekat dengan pintu agar dapat menikmati pemandangan terbaik di hotel yang lokasinya dekat dengan airport itu. Tapi ternyata dia didekati oleh seorang pelayan hotel...
source: http://www.mandarinoriental.com/miami/fine-dining/breakfast-by-mandarin-oriental/

Menikmati sarapan dengan pemandangan indah ternyata tak semudah itu

source: http://www.grayline.com/tours/paris/paris-airport-transfer-to-from-paris-hotels-charles-de-gaulle-cdg-or-orly-ory-one-way-day-5875_6/
Pelayan hotel itu mendekatinya dan menyuruhnya pindah ke kursi di bagian belakang. Tanpa mengeluh, GACKT pun pindah ke kursi di bagian belakang. Karena dia berpikir ada yang aneh, GACKT pun mengamati kursi itu. Mungkin dia berpikir kursi itu khusus untuk tamu-tamu penting yang ada di hotel itu? Tapi ternyata dia salah.

Tamu berikutnya pun datang dan duduk di kursi yang diinginkan GACKT. Kebetulan tamu itu adalah turis kulit putih, tapi kali ini pelayan hotel tidak menyuruhnya pindah ke kursi belakang.
Ini aneh, pikir GACKT. Kenapa dia disuruh pindah tapi kok turis kulit putih yang barusan datang diperbolehkan duduk di situ? Kemudian datanglah turis dari Cina yang juga ingin sarapan sambil menikmati pemandangan dari kursi terbaik di sana. Tapi apa daya, mereka pun disuruh pindah ke kursi bagian belakang.

Tidak sampai di situ, tamu-tamu dari Asia yang datang selanjutnya pun diperlakukan sama. Bahkan ketika restoran sudah mulai penuh dan kursi di bagian depan dekat tamu berkulit putih masih kosong, tamu dari Asia tetap tidak dipersilahkan duduk.

Sampai segitunya? Tentu saja GACKT tidak bisa tinggal diam

Melihat itu GACKT pun tertawa. Dia pun menyadari kalau dia dan tamu lainnya dari Asia mendapat perlakuan rasis, yang sudah keterlaluan.
"Aku tidak menyangka diriku akan mendapat perlakuan rasis terang-terangan seperti ini. Lucu sekali," katanya sambil tertawa sinis.
source: http://dewicamui.blogspot.com/2012/03/gackt-interview-with-magabonjp.html

Tapi yang dilakukan GACKT justru mengejutkan

GACKT pun keluar dari restoran, dan masuk lagi 2 menit kemudian. Kali ini dia duduk di kursi dekat pintu yang awalnya ingin dia duduki. Sekali lagi pelayan hotel mendekatinya dan memerintahkan untuk pindah. GACKT pun tersenyum.
"Kenapa? Bisa kau jelaskan alasannya?" tanyanya dalam bahasa Perancis sambil tersenyum keren.
Pelayan hotel itu pun menjelaskan alasannya dengan suara kecil, yang justru ditantang oleh GACKT.
"Tolong jelaskan lebih mudah dan dengan suara yang lebih keras."
Melihat tamu-tamu lain mulai memandang mereka, pelayan hotel itu pun menyerah dan membiarkan GACKT duduk di situ. Strategi GACKT berhasil!

Kejadian tidak enak itu pun berakhir dengan damai

"Kalau aku marah, tak akan ada yang berubah. Kalau kesal dan hanya mengomel tanpa berbuat sesuatu, itu bodoh namanya. Bukankah lebih baik bertindak sambil tersenyum?" katanya dengan kepala dingin.
Menurut Gackt, dia mengerti pihak hotel kesal dengan perilaku turis China, tapi staff hotel tidak bisa langsung tahu tamu mana yang bisa berperilaku sopan atau tidak. Sehingga GACKT berpikir bahwa pihak hotel memilah tamu dengan warna kulit supaya lebih mudah.
source: http://www.billboard-japan.com/special/detail/218
Nah, tanggapan GACKT terhadap perilaku rasis yang dialaminya selama di Perancis memang patut ditiru. Kalau kita mendapat perlakuan menyenangkan, kita pun harus berani protes agar tidak ditindas terus. Wah, keren sekali ya GACKT!