Beautynesian tentunya perlu mengetahui cara mencegah kulit bayi dari iritasi, karena seperti kata bijak yang terkenal, prevention is better than cure a.k.a mencegah lebih baik dari pada mengobati. So, without further do, inilah 3 kunci sukses merawat kulit bayi agak terbebas dari iritasi yang perlu Beautynesian praktikkan!

source: http://home.howstuffworks.com/home-improvement/household-hints-tips/cleaning-organizing/baby-clothes-in-the-washing-machine.html



Menghindarkan Kulit Bayi dari Gesekan

Salah satu cara merawat kulit bayi agar tidak iritasi ialah dengan menghindarkan kulit bayi dari gesekan, baik gesekan dengan popok maupun kain. Ketika memakaikan popok kepada bayi, Beautynesian perlu memastikan bahwa ukuran popok tidak terlalu kecil tubuh bayi serta popok bayi tidak dipakaikan terlalu erat dan kencang dengan sedikit melonggarkannya.

Kamu juga perlu memastikan bahwa pakaian yang digunakan cukup longgar dan berbahan lembut. Selanjutnya, ketika mengeringkan tubuh bayi sehabis mandi, pastikan untuk tidak menggesekkan permukaan handuk yang agak kasar ke kulitnya, melainkan cukup ditepuk-tepuk saja hingga seluruh air terserap oleh handuk. Tidak hanya itu, Beautynesian juga perlu memastikan bahwa seprai, sarung bantal dan guling, serta selimut yang akan menyentuh kulit bayi memiliki tekstur yang halus dan lembut.

<baca juga>




Menjauhkan Kulit Bayi dari Bahan Iritan

Bahan iritan sangat mudah menimbulkan iritasi pada kulit bayi dan dapat ditemukan di mana-mana, terutama produk kemasan yang dijual bebas di pasaran. Untuk menjaga kulit bayi tetap sehat, Beautynesian perlu memastikan bahwa seluruh produk kemasan yang digunakan oleh bayi, mulai dari popok, tissue basah, sabun, shampo, lotion, minyak kayu putih, tabir surya, hingga deterjen untuk mencuci pakaian, mengandung bahan yang ramah bagi kulit bayi serta tidak mengandung bahan-ahan kimia yang berbahaya seperti paraben, phthalates, zat pewarna, dan pengharum.

Selain itu, jangan membiarkan bayi berendam pada air bersabun lebih dari 5 menit karena dapat meningkatkan potensi terserapnya bahan-bahan kimia yang mungkin tidak cocok dengan kulit bayi. Tidak hanya itu, Beautynesian juga perlu mengganti popok yang sudah basah karena urin dan kotoran bayi berpotensi menjadi bahan iritan alami bagi kulitnya.




Menjaga Kulit Bayi Tetap Lembap

Kulit bayi yang kering dapat meningkatkan potensi terjadinya iritasi pada bayi. Oleh sebab itu, Beautynesian perlu menjaga kulit bayi tetap lembap dan terlindungi, seperti dengan mengoleskan pelembap khusus bayi pada seluruh kulitnya sehabis mandi ketika kulitnya masih tergolong basah (tetapi sudah dikeringkan terlebih dahulu dengan handuk), atau menggunakan tabir surya khusus bayi ketika bayi dibawa untuk beraktivitas di luar ruangan.

Good luck, mommies!

source: https://www.youtube.com/watch?v=MX6jVSnv1QQ