Klindamisin (Clindamycin)

Clindamycin atau klindamisin adalah salah satu antibiotik oral yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah jerawat. Clindamycin adalah antibiotik golongan linkosamid yang berfungsi mengobati infeksi bakteri pada hampir seluruh organ seperti gigi, kulit, saluran kencing, sendi, tulang, dll.

Beberapa dokter bahkan menggunakan antibiotik ini untuk campuran pada krim jerawat atau diminum secara langsung karena antibiotik ini bermanfaat untuk meredakan infeksi pada jerawat dan membunuh bakteri penyebab jerawat (P.acnes). Baik jerawat biasa dan jerawat meradang bahkan komedo dapat teratasi dengan antibiotik ini. Sifat antiinflamasinya membantu mengurangi kemerahan pada kulit yang meradang.

Meskipun kamu sudah mengkonsumsi antibiotik ini, namun kamu juga harus tetap menjaga kebersihan kulit dan mencegah tersumbatnya folikel rambut yang dapat menjadi pemicu munculnya jerawat. Untuk mencegah efek samping yang merugikan, mengkonsumsi clindamycin harus dengan resep atau petunjuk dokter yang dosisnya sudah disesuaikan dengan kondisi kamu.

source: http://hamilplus.com/obat-clindamycin-dosis-efek-samping/


 

<baca juga>

Tetrasiklin (Tetracycline)

Rekomendasi obat jerawat ampuh berikutnya adalah Tertrasiklin yang juga sering digunakan sebagai antibiotik oral untuk menghilangkan jerawat. Untuk kondisi jerawat yang parah, dosis awal yang diberikan biasanya adalah 500 mg dan diminum 2x sehari, 12 jam sekali. Jika sudah terlihat ada perubahan, dosis bisa diturunkan menjadi 250 mg dengan jadwal minum yang tetap atau bisa dihentikan pemakaiannya.

Antibiotik ini bekerja dengan cara mengurangi zat-zat kimia yang mengiritasi dan diproduksi oleh sel darah putih sehingga dapat mengurangi konsentrasi asam lemak bebas dalam sebum dan berguna sebagi anti-inflamasi. Tetrasiklin ini berfungsi mengurangi papula dan pustula (lesi inflamasi) jerawat.

Agar bekerja efektif, sebaiknya antibiotik ini diminum 30 menit sebelum makan. Tetrasiklin tidak dianjurkan untuk wanita hamil, menyusui dan anak-anak di bawah 9 tahun. Hal ini dikarenakan Tetrasiklin dapat mempengaruhi perkembangan tulang dan gigi anak atau bahkan bisa mengakibatkan cacat tulang.

source: http://www.obatapasaja.com/2015/06/Dosis-Komposisi-Harga-Tetracycline-Antibiotik.html


 

Eritromisin (Erythromycin)

Eritromisin adalah antibiotik yang biasa direkomendasikan untuk mengatasi masalah jerawat yang ringan namun harus tetap dalam pengawasan dokter. Selain mampu membunuh bakteri penyebab jerawat, eritromisin bersifat antiinflamasi yang dapat membantu mengurangi kemerahan pada luka jerawat. Berbeda dengan tetrasiklin, eritromisin dapat dikonsumsi setelah makan dan bisa juga dikonsumsi wanita hamil atau menyusui.

Antibiotik ini bekerja secara langsung dengan menghambat sintesis protein pada bakteri. Efek samping dari penggunaan antibiotik ini adalah, kulit menjadi sensitif terhadap sinar ultraviolet dan apabila kamu sedang mengonsumsi pil KB, maka hal ini mengakibatkan pil kontrasepsi tidak bekerja efektif selama beberapa minggu pertama pengobatan. Untuk dosis yang ada adalah 250 mg dan 500 mg yang nantinya akan disesuaikan dokter sesuai kondisi jerawat kamu. Diminumnya juga 2x sehari.

source: http://kegunaanobat.blogspot.com/2016/06/kegunaan-erythromycin-kaplet-obat.html


 

<baca juga>

Doksisiklin (Doxycycline)

Doksisiklin adalah rekomendasi obat jerawat yang ampuh dan sering diberikan apabila kamu tidak tahan terhadap Eritromisin atau Tetrasiklin. Antibiotik ini bekerja langsung dengan cara:

  • Menghambat atau membunuh pertumbuhan bakteri pada area wajah yang bisa menyebabkan infeksi.
  • Mengurangi bakteri yang ada pada area folikel wajah.
  • Memastikan kandungan nutrisi dari produksi sel darah putih tidak bisa memberikan efek iritasi pada kulit.
  • Mengurangi kandungan asam lemak di area sebum.

Jika kamu mengkonsumsi Doksisiklin ini, efek sampingnya adalah membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. Selama mengkonsumsi Doksisiklin, kamu dianjurkan menggunakan tabir surya dan tetap konsultasikan terlebih dahulu pada dokter yang ahli.

source: https://www.doctorfox.co.uk/anti-malaria-tablets/doxycycline.html