Sabun Anti Bakteri

Timbulnya jerawat bisa jadi karena kebersihan tubuh tidak terjaga. Mandilah secara rutin agar tubuh senantiasa bersih dan terbebas dari masalah jerawat. Salah satu cara untuk mengatasi masalah jerawat di punggung adalah membersihkan tubuh dengan sabun yang tepat, yaitu dengan menggunakan sabun anti bakteri. Kamu bisa membeli sabun anti bakteri di apotik atau di toko-toko kecantikan. Sebelum membeli sabun anti bakteri, pastikan bahwa sabun tersebut memiliki kandungan Benzoil Peroksida atau Asam Salisilat. Kedua kandungan tersebut adalah kandungan yang bermanfaat untuk mengatasi jerawat di punggung.

  • Benzoil Peroksida yang bersifat anti-inflamasi akan menyembuhkan peradangan jerawat di punggung sekaligus membunuh bakteri penyebab jerawat sehingga jerawat cepat mengempis dan menghilang.
  • Asam Salisilat dapat mempercepat proses pengeringan jerawat sehingga dapat membantu penyembuhan jerawat sekaligus membantu regenerasi sel kulit baru.
Penggunaan sabun bakteri terkadang juga menimbulkan efek samping seperti kulit kemerahan atau kering. Oleh karena itu, jangan menggosok sabun terlalu keras pada kulit kamu dan gunakan lotion khusus untuk jerawat setiap kali selesai mandi. Sabun anti bakteri yang bisa kamu coba ada yang berbentuk batangan seperti JF Sulfur atau sabun cair seperti T3 Acne Body Wash. Sedangkan, untuk lotion kamu bisa memakai Acne Feldin.
source: https://www.ommil.com/index.php?route=product/product&product_id=1955


 

baca juga

Retinoid

Jika kamu mengunjungi dokter kulit dan menanyakan rekomendasi obat jerawat di punggung, maka Retinoid akan menjadi salah satu alternatif obat yang ditawarkan. Retinoid adalah obat turunan dari vitamin A yang biasanya tersedia dalam bentuk gel, lotion dan krim. Beberapa manfaat penggunaan Retinoid ini antara lain:
  • Retinoid bekerja dengan menyingkirkan segala macam kotoran maupun bakteri yang dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan timbulnya jerawat.
  • Retinoid dapat mengangkat sel-sel kulit mati sehingga jerawat semakin mudah untuk diobati dan cepat mengempis serta menghilang.
Namun, menggunakan Retinoid juga dapat menimbulkan beberapa efek samping yang perlu kamu tahu, yaitu:
  • Mungkin kulit kamu akan mengalami tanda-tanda seperti alergi ketika pertama kali memakainya, namun jangan hentikan penggunaan obat ini karena memang mungkin kulit kamu belum terbiasa dengan obat ini. Untuk langkah awal, gunakan Retinoid ini 3x seminggu hingga kulit kamu terbiasa.
  • Kulit menjadi kemerahan dan lebih sensitif terhadap sinar UVA dan UVB.
  • Risiko terjadinya cacat pada anak saat kamu melahirkan jika retinoid kamu gunakan pada masa kehamilan.
source: http://adultacnetreatmentreviews.com/acne-medications/retinoids/


 

Antibiotik Topikal dan Antibiotik Oral

1. Antibiotik Topikal

Antibiotik topikal ini adalah obat luar yang dioleskan seperti gel, lotion dan krim. Beberapa obat antibiotik topikal ini bisa kamu beli di apotik. Berbagai masalah jerawat di punggung bisa diatasi dengan obat ini, karena antibiotik topikal memiliki manfaat sebagai berikut:

  • Antibiotik topikal menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat dan juga dapat membunuh bakteri penyebab jerawat secara cepat.
  • Antibiotik topikal dapat mengurangi efek kemerahan akibat peradangan yang ditimbulkan bakteri penyebab jerawat dan dapat digunakan untuk mengurangi pembengkakan tanpa menyebabkan iritasi di kulit kamu.

Obat antibiotik topikal ini biasanya dikombinasikan dengan Benzoil Peroksida untuk mengurangi kemungkinan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Setelah jerawat mengempis, sebaiknya hentikan pemakaian obat ini.

source: https://www.tokopedia.com/ginsengkianpi/benzolac-cl-acne-gel-krim-jerawat-parah-bpom

2. Antibiotik Oral

Sesuai dengan namanya, antibiotik oral digunakan dengan cara diminum. Antibiotik oral ini bentuknya bisa berupa kapsul atau tablet. Cara kerja antibiotik oral ini adalah:

  • Menghambat pertumbuhan bakteri serta membunuh bakteri penyebab jerawat dari dalam tubuh.
  • Ketika dikonsumsi bersamaan dengan penggunaan obat antibiotik topikal yang dicampur dengan Benzoil Peroksida, dapat meminimalisasi bakteri penyebab jerawat menjadi kebal terhadap antibiotik.
Beberapa efek samping dan hal yang perlu diperhatikan saat mengkonsumsi antibiotik oral:
  • Sama seperti antibiotik topikal, hentikan pemakaian jika jerawat di punggung sudah mengempis agar bakteri penyebab jerawat tidak kebal terhadap antibiotik.
  • Timbulnya efek samping seperti mual dan kepala pusing serta kulit menjadi lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari.
     
baca juga
source: https://aladokter.com/obat/doxycycline


 

Isotretinoin

Rekomendasi obat jerawat di punggung berikutnya adalah Isotretinoin yang dapat kamu gunakan untuk kondisi jerawat yang parah. Jadi, jika antibiotik dan Retinoid tidak membuahkan hasil, kamu bisa beralih pada Isotretinoin. Cara kerja isotretinoin untuk mengatasi jerawat di punggungmu adalah sebagai berikut:

  • Isotretinoin mengontrol produksi sebum atau minyak di kulit sehingga mengurangi resiko munculnya jerawat di punggung akibat pori-pori yang tersumbat oleh minyak berlebih.
  • Isotretinoin ampuh menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat dan sekaligus membunuh bakteri penyebab jerawat sehingga membuat jerawat di punggung cepat mengempis dan menghilang.
  • Isotretinoin menyembuhkan efek kemerahan akibat jerawat di punggung karena memiliki sifat antiinflamasi yang menyembuhkan peradangan pada jerawat.

Beberapa efek samping dan hal yang harus diperhatikan saat mengonsumsi Isotretinoin adalah:

  • Peradangan pada mata, darah pada urine, penyakit ginjal, hingga peradangan pada hati dan ginjal.
  • Tidak boleh dikonsumsi oleh wanita hamil karena dapat meningkatkan risiko cacat pada bayi saat proses kelahiran.
  • Karena merupakan obat keras, penggunaannya hanya diperbolehkan dengan resep dokter.
source: https://www.suntikputihku.com/2016/02/isotretinoin-obat-jerawat-paling-ampuh.html#.WQlav_mGO00