Olahraga memberikan banyak manfaat bagi ibu hamil, mulai dari mencegah ibu hamil dari obesitas, mengurangi rasa sakit atau pegal pada beberapa bagian tubuh yang sering muncul, hingga sebagai sarana dalam memperkuat diri dan mempermudah persalinan di masa mendatang.

Namun, Beautynesian perlu ingat bahwa tidak semua jenis olahraga bagus dan aman untuk dilakukan oleh para ibu hamil karena dapat membahayakan janin berserta si ibu. Untuk itu, kali ini Beautynesia akan membahas 4 jenis olahraga yang harus dihindari selama kehamilan! Let’s check this out!



Hot Yoga

Tubuh dengan temperature yang tinggi selama kehamilan bukanlah hal yang baik sebab dapat menyebabkan hal-hal negative, mulai dari risiko keguguran, risiko bayi mengalami Neural Tube Defect (NTD) yaitu kondisi pertumbuhan susunan saraf pusat janin yang tidak sempurna sehingga dapat berpotensi menjadi penyebab bayi terlahir cacat.

Oleh sebab itu, Beuatynesian harus menghindari olahraga jenis Hot Yoga yang dapat membuat tubuhmu menjadi terlalu panas dan bertemperatur tinggi. Lebih lanjut, kamu harus menghindari gerakan yoga atau gerakan senam hamil yang melibatkan aktivitas menahan nafas selama melakukan posisi yang sulit.

<baca juga>



Sit Up

Sit up memang merupakan gerakan yang paling terkenal untuk mengecilkan ukuran perut. Namun, kamu harus memerhatikan bayi yang berada dalam perut, dan tidak semata-mata hanya berharap untuk tetap memiliki perut yang flat. Sit up bukanlah pilhan yang aman untuk ibu hamil ketika otot-otot perutmu sudah sangat tegang. So yes, remove this from your workout session!



High Impact Sport

High impact sport atau jenis olahraga dimana kedua kakimu akan berada di atas tanah, seperti berlari, basket, karate, dan sepakbola. Olahraga jenis ini tidak boleh kamu lakukan selama hamil, terutama pada beberapa minggu terakhir, karena dapat menimbulkan trauma abdominal yang bahkan mampu menyebabkan keguguran atau gangguan pada calon bayimu.

<baca juga>



HIIT

High Intensity Interval Training (HIIT) merupakan istilah untuk latihan olahraga yang didesain dengan intensitas tinggi yang mampul meningkatkan metabolisme tubuh sehingga lemak yang dibakar selama latihan akan semakin banyak.

Teknik HIIT bisa diaplikasikan pada berbagai jenis latihan, mulai dari kardio, aerobik, hingga workout, misalnya melakukan sprint selama 20 detik kemudian jalan cepat selama 40 detik dan 2 tahap ini diulangi selama 15-30 menit. Sederhananya, ketika kamu tidak dapat berbicara ketika berolahraga, itu berarti kamu tengah mempraktikkan teknik HIIT.

HIIT dapat meningkatkan detak jantungmu secara berlebihan yang terbukti berisiko pada keselamatan janin dan tubuhmu. Hal ini dikarenakan jantungmu telah terlebih dulu bekerja keras untuk memompa darah 30% lebih banyak akibat perubahan tubuhmu selama kehamilan.