Scream (1996)


source: http://www.impawards.com/1996/scream_ver2.html

Selamat datang di Woodsboro, di mana pengetahuanmu tentang film horor bisa menyelamatkan dirimu dari pembunuhan yang keji dan sadis. Ya, Scream adalah sebuah film horor yang para karakternya tahu bahwa film horor itu ada dan mempunyai formula yang sudah menjadi sebuah klise. Bayangkan seorang protagonis yang ketika mendengar sebuah suara misterius mencurigakan lebih memilih untuk pergi dan memanggil teman lain dibandingkan dengan memeriksa suara tersebut sendirian. Premis yang sederhana namun subversif ini terbukti berhasil menyelamatkan genre horor pada pertengahan tahun 90an dengan membuatnya lebih pintar dan berani untuk berontak dari kekangan formula yang sudah mulai usang.

Untuk Beautynesian yang sudah fasih dengan formula dan batasan-batasan yang ada dalam genre horor, film ini bisa menjadi penyegaran sebelum kembali mendalami dunia horor yang lebih tradisional. Sementara untuk Beautynesian yang ingin mendalami dunia film horor, maka Scream bisa menjadi gerbang yang baik untuk memulai. Walaupun sudah lebih dari 20 tahun berlalu sejak Scream pertama tayang di Amerika, film ini tetaplah film yang berbeda, subversif, sekaligus berfungsi sebagai surat cinta untuk genre horor.
 

The Cabin In The Woods (2012)


source: http://www.foxnews.com/travel/2013/06/27/universal-orlando-announces-cabin-in-woods-feature-in-theme-park-halloween.html

Sebenarnya sulit menjelaskan film The Cabin In The Woods dan membuatnya menarik untuk ditonton tanpa dengan sengaja membeberkan satu elemen penting film ini. Ya, film ini berhasil membuat geger dunia horor dan membagi dua pentonton menjadi dia yang suka dan dia yang tidak suka. Hal ini terjadi karena The Cabin In The Woods sepenuhnya membangun cerita dengan melakukan subversi total dari fondasi dasar genre horor. Membingungkan? Memang itu yang diincar oleh para pembuat film ini. Sayangnya sangat tidak seru apabila Beautynesian tahu lebih jauh lagi tentang plot dari The Cabin In The Woods.