SuckSeed (2011)


source: http://arisamiyanotes.blogspot.co.id/2012/01/film-thailand-suck-seed.html

SuckSeed adalah sebuah film tentang sekumpulan anak muda yang ingin membuat sebuah band dan memenangkan sebuah lomba musik bergengsi. Disutradarai oleh Chayanop Boonprakob, SuckSeed adalah sebuah film yang sangat stylish dan mengandalkan visual yang mumpuni untuk bercerita. Jika ingin dibandingkan dengan film Hollywood, maka SuckSeed bisa dikatakan berbagi DNA yang sama dengan Scott Pilgrim Vs. The World besutan Edgar Wright.

Selain visual yang di atas rata-rata, musik dalam film ini juga sangat menarik dan dalam beberapa hal mengejutkan. Mengejutkan karena musik yang ada di SuckSeed bisa membuat kita ikut bersenandung mengikuti liriknya walaupun ditulis dalam bahasa Thailand yang bisa dibilang sama sekali tidak familiar. Selain itu, musik di film ini tidak hanya ditempel sebagai pemanis, namun juga menjadi elemen penting yang ikut menjelaskan keadaan emosi para protagonisnya. Perpaduan musik dan cerita dalam SuckSeed juga bisa dibilang sangat unik. Jadi, bersiap untuk terkejut dan tertawa ketika menontonnya. Tentu saja tertawa karena alasan yang tepat.

 

baca juga

The Billionaire (2011)


source: https://id.pinterest.com/pin/464855992767689931/

Apakah kamu familiar dengan makanan ringan bernama Tao Kae Noi yang bisa ditemukan di banyak minimarket dan supermarket di Indonesia? Apakah kamu berpikir bahwa makanan ringan tersebut berasal dari Korea? Film The Billionaire ini akan memperlihatkan cerita di balik kesuksesan makanan kecil yang secara mengejutkan ternyata datang dari Thailand.

Menceritakan kisah inspirasional sang pemilik Tao Kae Noi, Aitthipat Kulapongvanich, The Billionaire bisa dikategorikan sebagai sebuah biopic, atau film biografi. Berbeda dari banyak film biografi lain yang memfokuskan ceritanya pada satu momen spesifik dari sang protagonis, film ini memulai ceritanya dari jauh sebelum dia bahkan berpikiran untuk membuat Tao Kae Noi. Namun karena pemilihan naratif inilah The Billionaire mampu memperlihatkan sisi manusia Aitthipat Kulapongvanich dan membuat kita berempati terhadap kegigihannya. Empati tersebut yang akhirnya membuat inspirasi yang Beautynesian akan dapat di akhir film ini menjadi organik, alami, dan tidak terasa dipaksakan.

Selamat menonton!