Tahun 2017 adalah tahun yang spesial bagi Marvel Studios. Selain karena tahun ini adalah tahun kembalinya Spider-Man ke tangan Marvel setelah sebelumnya dimiliki secara eksklusif oleh Sony, tahun ini juga menandai pertama kalinya Marvel Studios merilis tiga film dalam rentang waktu satu tahun. Sebelumnya Marvel paling banyak hanya merilis dua film setiap tahunnya. Tiga film ini juga digadang-gadang sebagai film dari Marvel yang paling berwarna. Apa saja filmnya dan apa sih alasannya?
 


 

Guardians Of The Galaxy Vol. 2 (April 2017)

source: http://www.justjared.com/2016/10/19/guardians-of-the-galaxy-2-first-poster-revealed/

Disutradarai oleh James Gunn, Guardians of the Galaxy Vol. 2 kembali menceritakan tentang petualangan dan sepak terjang lima orang berandalan dalam aksinya menyelamatkan galaksi. Namun berbeda dari film pertama, Star-Lord, Gamora, Drax, Rocket dan Baby Groot kali ini menghadapi tantangan yang lebih personal dari Ego The Living Planet. Ego yang ternyata bapak dari Star-Lord adalah seorang celestials, atau seorang dewa, yang sekaligus juga sebuah planet yang hidup dan mempunyai nyawa. Karena hubungan darah inilah tantangan yang dihadapi para Guardians menjadi lebih personal dan membuat film ini lebih emosional.

Hal lain yang menarik dari Guardians of the Galaxy Vol. 2 adalah penggunaan warna yang bukan hanya digunakan karena alasan teknis, tapi juga digunakan sebagai alat untuk bercerita. James Gunn sendiri mengatakan bahwa ketika ia menulis naskah film ini, ia sudah memikirkan tentang warna apa yang akan digunakan untuk memperkuat emosi yang ada di dalam dialog dan cerita. Inilah sebabnya mengapa keberadaan warna di film Guardians of the Galaxy Vol. 2 sangatlah penting. Karena alasan ini juga James Gunn sangat merekomendasikan kita untuk menonton film ini di bioskop IMAX yang mempunyai layar sangat besar dan kualitas gambar yang di atas bioskop biasa.

 

baca juga

Spider-Man: Homecoming (Juli 2017)

source: http://indianexpress.com/article/entertainment/hollywood/excited-by-spider-man-homecoming-trailer-now-watch-it-in-10-indian-languages-4590577/

Peter Parker sang Spider-Man bukanlah orang baru dalam dunia film superhero. Namun baru kali inilah ia akan muncul di dunia yang dimiliki Marvel Studios bersama pahlawan Marvel lainnya. Sebuah pencapaian besar jika kita melihat bahwa belum pernah ada dua studio yang bekerja sama membuat film superhero seperti apa yang dilakukan Marvel dan Sony sekarang dengan Spider-Man: Homecoming. Selain itu, kali ini film Spider-Man akan fokus menceritakan kisahnya saat ia masih duduk di bangku SMA. Bukan ketika ia sudah bekerja atau saat kuliah seperti yang dilakukan film-film Spider-Man lainnya.

Kejutan lain di film Spider-Man: Homecoming adalah adanya Tony Stark sang Iron Man yang hadir di film sebagai mentor untuk Peter dalam usahanya untuk belajar menjadi pahlawan super seperti para Avengers. Adanya dinamika guru dan murid ini memberikan warna baru bagi Marvel yang biasanya bercerita tentang pria dewasa yang berhasil melakukan semuanya tanpa adanya bantuan dari mentor ataupun guru. Dengan adanya Tony Stark, Peter Parker yang diperankan oleh Tom Holland akan terlihat semakin polos dan kecil, sebuah angle yang tentu saja menarik untuk disaksikan sendiri.

 

Thor: Ragnarok (November 2017)

source: http://www.cosmicbooknews.com/thor-ragnarok-hulk-art

Chris Hemsworth yang berperan sebagai Thor boleh saja memiliki tubuh layaknya sebuah spesimen manusia yang sempurna. Sayangnya, walaupun sukses di pasaran, kedua film Thor yang sudah dirilis oleh Marvel tidak terlalu sukses di mata para kritikus. Di seri yang ketiga inilah Marvel Studios ingin mengubah pandangan kurang baik terhadap film-film Thor dan dengan berani mempekerjakan Taika Waititi, seorang sutradara indie muda menjanjikan yang belum pernah membuat film blockbuster sebelumnya.

Alasan Taika Waititi diajak bekerja sama oleh Marvel mungkin bisa dilihat dari rekam jejak sang sutradara yang sering membuat film dengan premis yang aneh dan berhasil membuat film itu menjadi lucu luar biasa namun tetap hangat dan sangat manusia. Jika dilihat seperti itu maka cerita tentang Thor yang berpetualang di luar angkasa mencari ayahnya adalah sebuah cerita yang sangat cocok untuk sensibilitas humor dan emosi Taika Waititi. Bisa kita asumsikan bahwa Thor: Ragnarok akan menjadi warna humor baru dalam filmografi Marvel Studios.