Pengertian Demabrasi

Dermabrasi merupakan salah satu treatment medis untuk bekas jerawat yang bekerja dengan mengangkat jaringan kulit paling luar. Meskipun bisa dibilang operasi, namun ini adalah operasi kecil yang selesai dalam hitungan menit hingga 1 jam.

Proses dermabrasi ini menggunakan dermabrator atau sikat kecepatan tinggi dengan roda atau sikat abrasif untuk menghilangkan lapisan luar kulit dan memperbaiki permukaan kulit kamu. Sebelumnya, kulit akan dibersihkan terlebih dahulu dan daerah yang akan mendapatkan treatment ini diberi bius lokal oleh dokter ahli, sehingga kamu tidak merasakan sakit.

Tujuan dari dermabrasi ini memang untuk sengaja melukai kulit untuk merangsang pergantian sel-sel kulit dengan cepat. Setelah menjalani dermabrasi biasanya wajah akan bengkak dan memerah, namun hal ini wajar dialami. Tenang saja, dalam 1-3 minggu wajahmu akan sembuh dan kembali normal. Kamu yang memiliki bekas jerawat seperti parut, bopeng maupun berlubang bisa memilih metode ini sebagai solusinya.

source: https://hellosehat.com/perawatan-wajah-dermabrasi-facial/


 

baca juga

Pengertian Mikrodermabrasi

Mikrodermabrasi adalah tindakan pengelupasan (exfoliation) menggunakan kristal-kristal mikro untuk menghilangkan sel-sel kulit mati dan merangsang produksi sel kulit baru. Selain itu, mikrodermabrasi juga akan mendorong produksi kolagen.

Jika ditinjau dari tujuannya, treatment ini hampir sama dengan dermabrasi, namun mikrodermabrasi ini lebih ringan daripada dermabrasi. Jika dermabrasi menggunakan alat khusus berupa dermabrator, maka mikrodermabrasi hanya menggunakan semprotan yang berisi zat mikro kristal serta vakum. Dalam proses ini kamu juga tidak memerlukan anestesi. Durasi waktunya juga lebih cepat dari demabrasi, yaitu 10 - 20 menit saja, namun kamu perlu melakukan treatment ini beberapa kali bahkan bisa sampai 24x tergantung bekas jerawat tersebut parah atau tidak. Biasanya mikrodermabrasi dilakukan 5 - 7 hari sekali.

source: http://inicaramenghilangkanjerawat.blogspot.com/2016/01/cara-menghilangkan-jerawat-dengan_19.html


 

Perbedaan Demabrasi dan Mikrodermabrasi

Melalui pengertian dermabrasi dan mikrodermabrasi yang sudah dijelaskan di atas, dapat disimpulkan perbedaan keduanya. Dermabrasi merupakan metode untuk melepaskan lapisan epidermis (lapisan terluar kulit) sampai ke lapisan atas dari dermis (lapisan kedua kulit) sehingga memungkinkan terjadinya perubahan struktural kulit dan merangsang pertumbuhan lapisan kulit baru yang lebih baik.

Sedangkan mikrodermabrasi hanya melepaskan bagian terluar dari epidermis dan mempercepat proses pengelupasan secara alami. Selain itu, dalam treatment mikrodermabrasi kamu tidak memerlukan anestesi seperti saat melakukan dermabrasi, dan jika dermabrasi menggunakan alat yang disebut dermabrator dengan roda intan yang bekerja seperti amplas untuk mengurangi kedalaman bekas jerawat, mikrodermabrasi menggunakan pipa vakum yang mengandung kristal aluminium oksida yang halus dan dilepaskan pada kulit untuk mengangkat sel-sel kulit mati.

source: http://blog.estetiderma.co.id/blog/mikrodermabrasi-perawatan-singkat-dengan-hasil-hebat

Selain itu, dermabrasi umumnya hanya aman untuk orang berkulit terang sedangkan mikrodermabrasi bekerja pada semua jenis dan warna kulit karena mikrodermabrasi hanya membuat perubahan halus sehingga tidak menyebabkan perubahan warna kulit atau jaringan parut. namun, untuk bekas jerawat yang dalam, kamu tetap dianjurkan memilih dermabrasi untuk hasil yang lebih efektif ya, Beautynesian!



Nah, sudah jelas kan pengertian antara keduanya? Sekarang waktunya kamu untuk tahu kira-kira apa saja efek samping dan pantangan jika ingin melakukan treatment medis ini. Simak di bawah ini!

baca juga


Efek Samping Dermabrasi & Mikrodermibrasi

  • Menimbulkan kemerahan.
  • Kulit menjadi sensitif terhadap cahaya matahari.
  • Gangguan pigmentasi.
  • Perubahan warna kulit tidak merata (bisa sementara dan permanen).
  • Pembentukan bekas luka.
  • Infeksi.
Pantangan Setelah Treatment Dermibrasi & Mikrodermibrasi
  • Dilarang untuk merokok & mengonsumsi minuman beralkohol minimal selama 48 jam.
  • Tidak boleh minum obat dengan kandungan aspirin dan ibuprofen selama seminggu setelah treatment.
  • Tidak boleh berenang selama perawatan dan 3 hari sesudahnya, karena wajah akan terpapar klorin.
  • Jangan melakukannya bersamaan dengan chemical peeling.

Hal yang dianjurkan setelah kamu mejalani dermibrasi dan mikrodermibrasi adalah untuk tidak terpapar sinar matahari secara langsung dengan cara menggunakan pelembap atau sunscreen dengan minimal SPF 30 dan tidak menggunakan makeup selama 6 jam. Bila perlu gunakan topi atau penutup muka.

Sebelum memilih melakukan treatment ini untuk menghilangkan bekas jerawat sebaiknya kamu pahami dahulu aturan berikut efek samping yang ditimbulkan. Akan lebih baik lagi jika kamu konsultasikan dengan dokter kulit dan treatment-nya dilakukan oleh dokter yang ahli di bidangnya. Satu hal yang pasti, treatment ini tidak dianjurkan untuk remaja tapi lebih dianjurkan untuk kamu yang berusia 30 - 50 tahun.
 

source: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/wanita/2010/06/15/915/Teknik-Mikrodermabrasi-Lebih-Unggul-dari-Peeling

Kedua perawatan ini sama baiknya karena efektif menghilangkan bekas jerawat dengan cepat, namun kamu tentu perlu menyesuaikan dengan kondisi kulit dan permasalahan yang kamu miliki. Jadi, menurutmu mana yang paling cocok untukmu, Beautynesian?