Retinoids


source: https://www.wdrake.com/buy-skincare-cosmetics-retinol-anti-aging-system-342125


Bahan aktif yang powerful ini sering ditemukan pada anti-aging moisturizer dan juga treatment untuk jerawat dan meratakan kulit yang hiperpigmentasi. Retinoid atau yang juga dikenal sebagai tretinoins merupakan sejenis vitamin A yang mampu mempercepat regenerasi sel dan melindungi kolagen pada kulit agar tidak rusak. 

Tapi sayangnya, retinoid merupakan salah satu bahan skin care yang perlu dihindari oleh ibu hamil. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa menggunakan vitamin A dalam dosis tinggi saat hamil bisa sangat berbahaya bagi kesehatan janin. Lalu, retinoid yang dikonsumsi secara oral seperti isotretinoin juga bisa menyebabkan kegagalan janin. 

Jika kamu selama ini menggunakan krim wajah yang mengandung retinoid, jangan panik dulu ya karena belum ada kasus yang menunjukkan bahwa retinoid yang diaplikasikan pada kulit bisa menyebabkan masalah pada janin. Tapi, para dermatologis tetap menyarankan untuk menghindari retinoid saat hamil. 

Hindari produk yang mengandung retinoid dengan nama-nama berikut ini:

  • Avage, Fabior, Tazorac (tazarotene)
  • Avita (tretinoin)
  • Differin (adapelene)
  • Panretin (alitretinoin)
  • Retin-A, Renova (tretinoin)
  • Retinoic acid
  • Retinol
  • Retinyl linoleate
  • Retinyl palmitate
  • Targretin gel (bexarotene)

 
baca juga


Hydroxy Acids


source: http://k-beauty-europe.com/korean-skin-care-and-makeup/skincare-korea/skin-care/aha-bha-korean-skin-care/


Hydroxy acid seperti Beta Hydroxy Acid (BHA) dan Alpha Hydroxy Acid (AHA) banyak ditemukan di dalam skin care yang mengatasi masalah seperti jerawat, peradangan pada kulit, dan kulit kemerahan. Selain itu, hydroxy acid juga ditemukan di dalam toner. cleanser, dan eksfoliator. 

Biasanya, salicylic acid merupakan jenis BHA yang paling sering ditemukan di dalam bahan skin care dan satu-satunya jenis BHA yang telah diteliti pada ibu hamil. Penelitian tersebut menemukan fakta bahwa tingkat salicylic acid yang tinggi yang juga ditemukan dalam bentuk oral (aspirin) telah terujii mampu menyebabkan kegagalan janin dan masalah komplikasi pada kehamilan. Sementara itu, belum ada penelitian lebih lanjut tentang jenis BHA lainnya. 

Penggunaan salicylic acid dengan jumlah yang sedikit seperti toner yang digunakan dua kali dalam sehari masih tergolong aman. Tapi, penggunaan peeling yang mengandung salicylic acid lah yang dianggap berbahaya. Jadi, sebaiknya hindari penggunaan salicylic acid agar lebih aman. 

Lalu, ada dua jenis AHA yang paling sering ditemukan di dalam skin care, yaitu glycolic acid dan lactic acid. Sebenarnya belum ada penelitian yang mencari tahu lebih lanjut tentang dampak penggunaan AHA pada ibu hamil, tapi jika kamu hanya menggunakan AHA dalam dosis yang kecil, AHA ini masih dianggap aman. 

Hindari penggunaan skin care dengan bahan berikut ini dalam jumlah banyak:

  • Alpha hydroxy acid (AHA)
  • Azelaic acid
  • Benzoyl peroxide
  • Beta hydroxy acids (BHA)
  • Beta hydroxybutanoic acid
  • Betaine salicylate
  • Citric acid
  • Dicarbonous acid
  • Glycolic acid
  • Hydroacetic acid
  • Hydroxyacetic acid
  • Hydroxycaproic acid
  • Lactic acid
  • Salicylic acid
  • Trethocanic acid
  • Tropic acid
  • 2-hydroxyethanoic acid

 


Kedelai


source: http://www.fresh.com/SG/collection-soy


Lotion yang mengandung ekstrak kedelai sebaiknya dihindari oleh wanita hamil karena bisa memperparah patch warna kehitaman pada kulit yang sering dialami saat hamil (melasma/chloasma). Karena itu, sebaiknya hindari produk dengan ekstrak kedelai agar dark patches di kulitmu tidak semakin parah. 

Hindari juga bahan-bahan berikut ini jika kamu tidak ingin melasma kamu semakin parah:

  • Lethicin
  • Phosphatidylcholine
  • Soy
  • Textured vegetable protein (TVP)