source: http://www.urbanewomen.com/



Dos

baca juga

1. Memilih pelembap yang diformulasikan sesuai dengan tipe kulit

Memang, kini banyak beredar pelembap yang mengklaim cocok untuk semu jenis kulit. Padahal, pelembap justru merupakan kebutuhan pokok kulitmu yang selalu dibutuhkan baik siang maupun malam hari. Sehingga, memilih pelembap yang tepat sesuai kebutuhan kulit merupakan pilihan yang bijak.

 

2. Menggunakan pelembap yang mengandung sunscreen di pagi hari

Sunscreen merupakan kebutuhan perlindungan kulit yang wajib kamu pakai tiap paginya. Tapi, agar lebih praktis, kamu bisa memilih pelembap dengan kandungan SPF yang bisa kamu gunakan sehari-hari, daripada berulang kali melapis wajah dengan sunscreen dan pelembap. Hemat waktu, bukan?

 

baca juga

3. Menggunakan pelembap tanpa kandungan sunscreen di malam hari

Sebaliknya, saat malam hari, jangan menggunakan pelembap yang mengandung SPF atau perlindungan untuk pagi hari. Sebaiknya, gunakan pelembap khusus untuk malam hari yang memiliki konsistensi ringan dan membuat kulitmu terasa lebih rileks. pelembap yang dirancang khusus pada malam hari memiliki kemampuan untuk memperbaiki dan meregenerasi sel kulit.

 

4. Jauhi pelembap yang mengandung pewangi buatan jika kulitmu cenderung sensitif

Seseorang dengan kulit sensitif biasanya bereaksi negatif terhadap parfum sintesis. Sehingga, sebelum membeli pelembap , pastikan untuk menghindari produk dengan tulisan parfum maupun fragrance.

 

5. Gunakan pelembap pada wajah dan leher

Leher merupakan bagian dari wajah yang juga membutuhkan perhatian. Percuma saja wajah terlihat cantik dengan complexion yang bagus, tapi lehermu malah kelihatan kusam dan kering. Jika selama ini kamu lebih sering memusatkan penggunaan pelembap pada wajah, yuk mulai sekarang gunakan juga pada lehermu!

 

6. Menggunakan pelembap secara merata

Pengaplikasian pelembap yang tidak merata juga akan menjadi masalah pada kulitmu! Tak hanya meratakanannya pada bagian dalam wajah, kamu juga harus membaurkan vke arah luar wajah. Beri sedikit tekanan pada wajah ketika meratakan pelembap, karena pelembap yang menebal akan menyumbat pori-pori, memicu produksi minyak dan menimbulkan bruntusan.

 

7. Mengganti produk pelembap tiap pergantian musim, jika diperlukan

Jika perlu, sesuaikan juga pelembap-mu dengan keadaan lingkungan di sekitarmu. Misalnya, kamu saat ini tinggal di daerah yang cukup lembap, gunakan pelembap yang ringan atau berbentuk gel. Namun jika sedang berada di tempat bermusim dingin dan cenderung kering, pelembap tebal seperti halnya krim dapat kamu gunakan.

 

source: http://ghk.h-cdn.co/assets/



Don'ts
 

1. Terlalu sering menggunakan pelembap

Menambahkan beberapa layer pelembap , terutama pada kulit yang kering justru akan membuat pori-pori tersumbat dan menghabiskan produk saja. Sebab, kulitmu tak bisa menyerap bengitu banyak pelembap yang kamu aplikasikan. Jadi, ingatlah untuk tidak menggunakannya terlalu banyak. 

 

2. Terlalu mengandalkan pelembap

Jika kulit merasa kencang dan masih terasa dehidrasi setelah menggunakan pelembap, jangan ragu untuk mengandalkan serum maupun toner yang dapat memberi hidrasi lebih pada kulitmu. Hal tersebut juga akan meningkatkan kerja pelembap. Biarkan wajahmu basah agar wajah mendapatkan hidrasi lebih saat setelah mengaplikasikan pelembap.
 

3. Membiarkan wajah lebih dari 60 detik setelah cleansing

Setelah membersihkan wajah, kamu harus segera menggunakan toner dan pelembap. Jika kamu diamkan lebih dari 1 menit, kulitmu akan langsung mengeluarkan kadar air dan mengering perlahan. Maka dari itu,  saat menggunakan skincare, termasuk pelembap, aplikasikan secara cepat.
 

4. Parno dengan kandungan oil pada pelembap

Biasanya, pemilik kulit berminyak akan menghindari pelembap yang memiliki kandungan oil, karena menyangka semua oil akan menyumbat pori-pori. Faktanya, semua produk pelembap, baik krim maupun lotion juga menggunakan sejenis oil atau emollient yang membuat produknya dapat licin pada kulit. Intinya, tak semua oil bersifat komedogenik dan menyumbat pori-pori.