1. Animal Cruelty Free

source: http://www.haihanitis.com/2016/02/cek-arti-simbollogo-kemasan-produk.html

Untuk kamu yang concern dengan kesejahteraan hewan (well, you should!), kamu perlu mengecek apakah produk kecantikan yang kamu gunakan sudah aman dari animal cruelty atau belum. Coba cari simbol bergambar kelinci pada produk kecantikanmu. Kalau kamu menemukan simbol tersebut, tandanya produk itu tidak menggunakan bahan-bahan dari hewan atau melakukan percobaan kepada hewan. Simpel saja, logo ini bergambar kelinci karena kelinci merupakan salah satu hewan yang sering digunakan sebagai bahan percobaan. 




2. Vegan

 

source: http://www.haihanitis.com/2016/02/cek-arti-simbollogo-kemasan-produk.html

Eits, produk yang bebas dari animal cruelty ternyata belum tentu vegan lho. Ada simbol tersendiri untuk produk vegan seperti yang bisa kamu lihat di atas ini. Produk vegan berarti tidak mengandung madu, susu, lemak domba, kolagen, keratin, dan lain-lain. Sebagai pengganti bahan-bahan hewani, biasanya produk vegan memanfaatkan minyak alami, minyak dari kacang-kacangan, dan tumbuh-tumbuhan.

baca juga




3. Recyclable (Mobius Loop)
 

source: http://www.recyclereminders.com/recycling-symbols

Simbol ini mungkin sudah cukup familiar kamu lihat di kemasan produk kecantikan. Simbol berbentuk segitiga ini merupakan simbol yang menandakan bahwa kemasan produk tersebut dapat di daur ulang. Jika simbol segitiga berada dalam lingkaran, tandanya kemasan tersebut adalah hasil daur ulang. Sedangkan kalau simbol di dalam lingkaran dan teradapat persentase berarti hanya sekian persen material daur ulang yang digunakan. Cukup simpel, kan?




4. Halal MUI 
 

source: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.lppommui.halalmui

Nah, simbol ini khusus ada di Indonesia. Sertifikat halal oleh MUI diberikan pada produk-produk yang bebas dari bahan-bahan haram bagi yang beragama muslim. Pengajuan sertifikat kosmetik halal dilakukan oleh pihak produsen atau distributor kepada  LPPOM (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika) Majelis Ulama Indonesia. 

Gimana Beautynesian? Sudah nggak bingung lagi kan?