Lemak Tak Sehat



 

source: http://www.livemint.com/

Lemak terbagi menjadi dua jenis. Ada lemak baik yang aman kamu konsumsi seperti dari alpukat, butter organik, lemak omega-3 seperti pada salmon dan anchovies, coconut oil dan extra virgin olive oil.

Sebaliknya, ada juga lemak jahat yang berpotensi membuat kesehatan terganggu. Misalnya, lemak yang dihasilkan dari proses pengolahan seperti margarin, canola oil, safflower oil, cottonseed oil dan soybean oil. Lemak dari minyak tersebut telah terekspos sinar matahari dan udara, sehingga dapat membentuk senyawa radikal bebas BHA dan BHT. Tak hanya itu, tingkat kematian akibat lemak jahat seperti trans fat yang ada pada shortening juga harus kamu jauhi.

Air Botol Mineral


source: http://www.macleans.ca/

Meski air botolan katanya telah melalui proses ketat dalam pengemasannya, nyatanya nggak membuat air tersebut tak terkontaminasi. Studi terkini yang dilakukan di Jerman menemukan, terdapat hampir 25.000 jenis bahan kimia yang terdapat pada sebotol air mineral. Artinya, bahan kimia tersebut digunakan untuk menekan angka klorin yang cukup tinggi pada air.

baca juga

Serealia



 

source: http://www.globalgrains.co.uk

Serealia bagi sebagian pakar kesehatan merupakan makanan yang baik untuk membangun tubuh. Tetapi, jika langsung dikonsumsi, serealia bisa menjadi makanan yang cukup membahayakan tubuh karena tinggi kandungan antinutrisi phytic acid (atau disebut phytate saat berbentuk kristal garam). Sehingga, tubuhmu akan kesulitan menyerap kalsium, zat besi, zat magnesium, dan zinc yang diperlukan tubuh. Tak hanya itu saja, phytic acid juga menghambat enzim pencernaan dalam tubuh yang seharusnya berguna untuk memecah protein. Untuk mengonsumsinya, dianjurkan setelah melaui proses perendaman hingga muncul kecambah, maupun dengan proses fermentasi.

Gula


source: http://img.webmd.com/

It's no suprising bahwa gula dalam jumlah besar dapat memperburuk keadaan tubuhmu. Gula dalam kandungan buah masih baik untuk dikonsumsi. Tetapi, demi kebaikanmu, sebaiknya hindari gula dan produk makanan yang mengandung gula berlebih. Terutama, produk makanan yang berlabel sehat sekalipun.

Sebab, terlalu banyak mengonsumsi gula dapat membuat produksi ragi berlebih pada usus sehingga dapat mengambil alih kerja mikroorganisme alami pada ususmu. Selain itu, usus akan mengalami malabsorbsi dan tak dapat melakukan penyerapan vitamin. Hal tersebut juga memicu gejala utama sindrom kebocoran usus.

baca juga

Gluten


source: http://danielanutricionista.blogspot.co.id/2014/07/macronutrientes-carboidratos.html

FYI, teknologi agrikultur terkini ternyata telah membuat produk gandum memiliki kandungan tinggi gluten, semacam protein yang susah dicerna oleh tubuh. Hal tersebut akan berdampak besar bagi sebagian orang yang menderita intoleransi gluten. Gejala yang dirasakan penderita tersebut beragam seperti sakit kepala, nyeri sendi dan otot, ruam kulit, dan lain sebagainya. Ohya, produk makanan yang mengandung gluten tinggi juga terdapat pada saus tomat, daging olahan, ground spices dan hot dogs.